CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

29 April 2008

Harga Terigu Naik, Minat Beli Masyarakat Melemah

 IKUTI BERITA LAIN

Depot Pertamina dan Perekonomian Sulut
Catatan : Stanley Oroh

Stok Melimpah, Harga Semen Turun

Harga Cabe Naik Lagi

 
Sangat ironis memang, melonjaknya harga tepung terigu tidak dibarengi oleh kebutuhan masyarakat saat ini. Minat beli masyarakat menjadi berkurang, sehingga banyak pedagang mengeluh pendapatan mereka berkurang saat ini.
Anto, salah satu pemilik toko di Karombasan mengeluh keuntungan diperolehnya saat ini berkurang hingga 40 persen dari biasanya. “Sekarang ini penjualan tepung lagi sepi, masyarakat belum membutuhkannya” tukasnya.
Penjualan tepung terigu belakangan ini memang lagi merosot. Penjualan di sejumlah pasar tradisional mengalami penurunan cukup signifikan, saat harga kebutuhan pokok tersebut naik. “Tepung terigu merek Kompas penjualannya turun menjadi 1200 ton per bulan dari 2000 ton per bulan,” ujar Dirut PT Dwikarya, Piet Tumewu, Jumat (25/04) lalu. Distributor tepung tersebut mengeluh omset penjualan tepung menurun tidak seperti biasanya. Penurunan yang sama juga terjadi pada merek Semar yang sekarang penjualannya hanya 250 ton per bulan, padahal sebelumnya tidak pernah kurang dari 300 ton, tukas Direktur PT Semarak, Lucky Makaampoh.
Keduanya mengungkapkan penurunan penjualan tepung saat ini cukup tajam, akibat melemahnya nilai beli produk tersebut.
Sementara itu pantauan, Sabtu (26/04) kemarin harga tepung merek Kompas di pasar Pinasungkulan Karombasan naik menjadi Rp 180.000 per 25 kilo dari sebelumnya Rp 82 ribu (ukuran yang sama), atau mengalami kenaikan sekitar 119 persen lebih. Sedangkan merek Semar naik dari Rp 75 ribu per sak (25 Kg) menjadi Rp 175 ribu. Sedangkan harga eceran di pasaran Manado di jual pedagang berfariasi dari Rp 7500 hingga Rp 7800 per kilo. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Gemmy Kawatu SE Msi mengatakan kendati terjadi penurunan omset, namun kedua distributor tersebut tetap menyiapkan stok dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan masyarakat.” Untuk tepung terigu Kompas yang mengusai 90 persen pangsa pasar dilakukan shipment, satu bulan dua kali dengan kuantum 500 ton hingga 1000 ton. “Makanya masyarakat tak perlu khawatir bila terjadi kelangkaan tepung,” ukapnya.(wel)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin