|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Otonomi dan Suksesi |
29 April 2008
|
|
Tinggal
Kuning dan Merah bertarung
PKB Resmi Bergabung Usung Tindas di
Pilkada
|
Arus dukungan terhadap Denny CPD Tindas SE untuk maju dalam Pilkada Sitaro, terus berdatangan, termasuk dari parpol besar lainnya. Kali ini giliran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyatakan sikap resminya untuk bergabung bersama Partai Golkar (PG) mengusung Tindas dalam Pilkada Sitaro.
Dukungan resmi dari PKB ini dituangkan dalam surat dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulut dengan nomor 007/DPW.02/A1/IV/2008 tanggal 28 April 2008, yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sitaro. Dalam surat yang ditandatangani masing-masing Ferry Tinggogoy sebagai Ketua Dewan Eksekutif DPW PKB Sulut, Sudirjo Saga (Sekretaris Dewan Eksekutif), Abdul Wahab Abdul Gafur (Ketua Dewan Permusyawaratan), dan Dolfie Mangkey (sekretaris Dewan Ekseklutif), dijelaskan, PKB Sulut menyetujui sepenuhnya dukungan terhadap Tindas sebagai calon Bupati Sitaro.
Sikap PKB ini kemudian diberitahukan kepada sejumlah kalangan sebagai tembusan surat, antara lain DPD PG Sulut, Pnj Bupati Sitaro, Ketua DPRD Sitaro, dan KPU Sitaro.
Sementara itu, ketua DPC PKB Sitaro, Tamaka Kakunsi yang diwawancarai terpisah tadi malam (28/04), menjelaskan, kendati belum menerima surat tersebut dari DPW PKB Sulut, namun pihaknya sudah mendengar informasi bahwa PKB Sulut memilih Tindas sebagai calon yang akan diusung.
“Saya kira tinggal legalitas sikap saja. Karena informasi mendukung Tindas lewat surat dari DPW PKB belum diterima. Namun sekiranya diterima suratnya, pasti DPC PKB Sitaro akan mengamankan instruksi DPW,” kata mantan wartawan senior di sebuah media cetak di Manado.
Meskipun nampak kecewa, namun Kakunsi optimis bahwa kebijakan DPW PKB mendukung calon Bupati Partai Golkar telah dipikirkan dengan masak-masak. “Saya memang SK DPP Agustus 2007 lalu. Dan proses pencalonan tergantung DPC bersama DPW PKB. Dukungan itu pastinya sudah dipikirkan,” ujar Bu Tahanusang, sapaan akrabnya.
Sementara itu, menyinggung ‘mundurnya’ DPC PKB dalam partai gabungan (Pargab) yang mengharuskan menggusung calon bupati Sitaro, menuntup peluang Pargab yang menjagokan Martinus Manoi untuk maju dalam pilkada. Praktis pilkada Sitaro hanya akan diikuti calon dari Partai Golkar dan PDIP. “Mau dibilang apa. Pargab pastinya tidak akan menggusung calon. Inilah akibatnya kandidat tidak memuluskan kendaraannya di partai gabungan dan memilih mencari jalan sendiri. Akhirnya seperti ini,” sesal Kakunsi.(ade/ftj)
|
|