|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
30 April 2008
|
|
Minta agar dimaafkan Indonesia
Xanana: Presiden Kami (Ramos Horta) Sedang Stress
|
Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao saat menemui Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan Ketua DPR Agung Laksono, mengeluarkan sta-temen terkait tudingan Ramos Horta terhadap salah satu jur-nalis stasiun televisi nasional. Apa tanggapan Xanana?
“Ramos Horta sedang labil, sehingga membuat pernya-taan yang saat sensitif,” ung-kap Xanana seperti dikutip Hi-dayat Nur Wahid usai perte-muan di gedung MPR-DPR, Ja-lan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (29/04). Pernyataan yang senada juga dilontarkan Xanana saat bertemu dengan Ketua DPR Agung Laksono.
“Harap dimaklumi, karena kondisi beliau (Ramos Horta) yang stres berat. Karena ada-nya percobaan pembunuhan yang hampir menewaskan-nya,” kata Agung mengutip Xa-nana.
Sebelumnya, Xanana juga mengatakan, Presiden Ramos Horta memang sudah menitip pesan khusus kepadanya, untuk meminta maaf terha-dap Indonesia. Terutama ter-kait pernyataannya yang me-nuduh seorang jurnalis Indo-nesia memfasilitasi pimpinan pemberontak Alfredo Reinal-do.
“Presiden kami meminta maaf atas pernyataan terse-but. Kami harap masalah ini tidak dibesar-besarkan,” ujar Perdana Menteri Xanana Gus-mao dengan suara agar terce-kat. Ia meminta kalangan di Indonesia dapat memahami kondisi Presiden Horta yang hampir kehilangan nyawa dalam penembakan pada 11 Februari lalu. Kepala Negara Timor Leste itu sempat dua minggu lebih mengalami ko-ma akibat luka parah yang di-derita.
Pada kesempatan sama Presiden SBY menambahkan, penyesalan dan permintaan maaf Presiden Horta itu su-dah cukup. Dengan demikian dapat dianggap selesai dan masalahnya tidak perlu lagi dibesar-besarkan.
“Semoga kita dapat mengam-bil hikmah, bahwa suatu per-nyataan dan berita bisa tim-bulkan hal tidak baik. Saya min-ta media menyambut baik pe-nyesalan Presiden Horta sehing-ga tercapai hubungan baik dua negara,” sambung SBY.(okz/dtc)
|
|