|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
30 April 2008
|
|
Warga
minta perhatian pemerintah
Banjir Bandang Terus Hantui Warga
Sinisir
|
Akibat buruknya saluran air atau drainase, membuat warga di Desa Sinisir, Kecamatan Modoinding mulai dihinggapi kekuatiran oleh datangnya ancaman musibah bencana alam berupa banjir bandang. Pasalnya selang beberapa hari terakhir ini cuaca yang buruk disertai hujan lebat sering melanda desa tersebut dan sekitarnya.
Seperti diutarakan tokoh pe-muda setempat Fika A Muaja, upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana seperti itu solusinya adalah dengan mem-perbaiki drainase di desa me-reka. Sebab diketahui, sistem drainase di desa tersebut tergo-long buruk. Tak heran bila ma-suk musim penghujan, warga terus dihantui perasaan takut hadirnya banjir bandang.
Menurut Muaja, puncak keta-kutan warga seperti terjadi ak-hir pekan lalu. Di mana ketika warga asyik beristirahat sore, tiba-tiba banjir bandang da-tang, dan membuat rumah penduduk nyaris hanyut dan terendam hingga beberapa jam lamanya. Tak heran, aki-bat peristiwa itu warga lang-sung panik dan membuat pi-hak pimpinan desa di bawah kendali Kumtua Hesry Walean langsung bergerak melakukan pembersihan, guna mengura-ngi rendaman air di wilayah tersebut.
Menyikapi ini, warga desa tersebut mendesak Pemkab Minsel untuk secepatnya me-nindaklanjuti aspirasi dan tuntutan warga soal perbaik-an drainase. “Jangan sampai nanti ada korban harta benda dari warga baru pemerintah turun tangan. Selaku warga ka-mi haya menuntut adanya ke-pekaan pemerintah. Banjir ban-dang serupa sangat meresah-kan dan membuat panik warga. Ini patut harus disikapi secepat-nya,” ketus Muaja.
Camat Modoinding, Drs Ar-thur Tumipa ketika dikonfirma-si kemarin menyatakan siap menindaklanjuti keluhan warga Desa Sinisir tersebut. “Keluhan warga pasti akan diperhatikan, baik oleh pihaknya dan Pemkab Minsel,” pungkasnya.(pen)
|
|