CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

30 April 2008

Seandainya..…“Kelurahan/Desa”(2)

 IKUTI BERITA LAIN

Minahasa dalam Tempurung(2)

Jangan Hidup Duniawi

Rekrutmen Asesor di Unima Tidak Jelas


Oleh: Timmy Tatara SE MM
Pada pertengahan bulan Februari lalu bertepatan dengan sebagian masyarakat merayakan hari kasih sayang “valentine day”, penulis membaca di salah satu harian yang terbit di Sulawesi Utara bahwa “Pemkot Tomohon Anggarkan Rp 500 juta untuk pengadaan Marigold”. 

Penulis sendiri hampir setiap hari rata-rata dua kali mele-wati jalur Kakaskasen-Tinoor dan rata-rata empat kali mele-wati jalur Kakaskasen kearah Pusat Kota. Karena seringnya melewati jalur tersebut, se-hingga penulis tahu persis fe-nomena tersebut. Makanya melalui tulisan ini, penulis mencoba menjawab pertanya-an yang ada di benak penulis sendiri tersebut supaya tidak menimbulkan syakwasangka macam-macam. Jadi, perta-nyaan penulis akan dijawab sendiri juga oleh penulis, me-lalui suatu uraian analisa ber-dasarkan statemen tersebut. Baru mau coba menjawab per-tanyaan,… eh... Malah timbul contra question... Apakah mungkin satu unit (entah pu-cuk/tangkai atau pohon, ha-bis ngak dibilangin satuannya sih..) bunga seharga Rp 31.250,-(Rp 500 juta:16.000)?
Atau masing-masing pot akan ditanam 20 unit (pucuk/tangkai atau pohon?) yaitu 16.000 dibagi 800 pot? Kalau begitu setiap pot apakah akan ditanam bunga “Mary Gold” seharga Rp 625 ribu (20x Rp 31.250,- atau Rp 500 juta: 800), dan apakah jumlah ter-sebut sudah termasuk tanah dan ongkos kerja atau belum? 
Hal ini, properly or not biar-lah masyarakat yang peduli dengan perbungaan yang menjawabnya!!
Terus terang, penulis rada bingung juga ngejawabnya. Silakan melihat dan memban-dingkan apakah jumlah ru-piah tersebut sudah relevan atau belum, karena sementara tulisan ini naik cetak, bunga Mary Gold sedang ditanam/di-atur dalam pot-pot yang ada di sepanjang trotoar. Kemudi-an, apakah bunga Bougenville yang ada meskipun banyak yang mati atau ngak karuan tumbuhnya karena tidak te-rawat alias dibiarkan yang te-lah menghiasi sebagian isi pot yang ada di sepanjang trotoar pra-Mary Gold, juga dibiayai oleh anggaran tahun ini atau sebelumnya? 
Kalau demikian, bukankah pengeluaran yang telah dila-kukan yang berkaitan dengan penanaman Bougenville dan bunga lain sebelum Mary Gold tersebut hanya mubasir saja, mengingat tidak mencapai sa-saran dan terkesan ujicoba, sehingga harus diganti ?
Dan kalau tidak, apakah Bougenville dan bunga lain tersebut, merupakan sum-bangsih masyarakat yang pe-duli untuk menyukseskan To-mohon sebagai Kota Bunga alias gratis, atau mungkin saja hanya pinjaman dan sudah di-kembalikan?
Hal-hal seperti ini, perlu dilu-ruskan supaya tidak menim-bulkan berbagai macam perta-nyaan di masyarakat. Ingat, meskipun kelihatannya adem ayem bukan berarti tidak ada pertanyaan dibenak masyara-kat. Penulis berpendapat bah-wa seorang birokrat seharus-nya memiliki wawasan serta planning yang matang sehubu-ngan dengan lingkup tugas dan tanggung jawabnya dan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan transparan, sehingga dapat meminimalkan pertanyaan masyarakat.
Apakah bunga yang ditanam pada kapling-kapling bambu kecil dengan nama dinas ter-tentu sebagai perancang atau penanggung jawab yang ada di sepanjang jalur yang tidak ada trotoar, seperti jalan Tinoor, Kinilow juga termasuk dalam rangka ToF? Kalau benar be-gitu, apakah ini hanya seka-dar ide sejenak dengan short term plan atau yang penting so dapa lia itu bunga, dengan tu-juan untuk sekadar menggam-barkan Kota Bunga?
Ingat, sekecil apapun yang dikeluarkan jika tidak berman-faat atau tidak sesuai kebutuh-an atau tidak memberikan nilai tambah, akan menjadi suatu pemborosan.
Jangan hanya sekadar ide saja, yang penting so dapa lia kong sudah, tetapi seharusnya disertai dengan tanggung ja-wab. Artinya, setelah dibuat dan bertumbuh seharusnya di-rawat bae-bae, itulah yang na-manya tanggung jawab. Ja-ngan seperti sekarang, kapling-kapling bunga dari bambu ter-sebut yang mungkin tujuan se-mula adalah untuk memper-indah jalur Tinoor tersebut, su-dah berubah menjadi hutan bunga kecil karena tidak tera-wat bahkan so ada rumput, po-hon popaya dan lamtoro lei di situ. Hal ini kelihatan sepele kang, tetapi jangan lupa dam-paknya lho!(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin