HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

01 Februari 2008

SBY Dicap Penari Poco-poco, Mega Disindir Undur-undur


Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soe-karnoputri kembali melontarkan kritikan pe-dasnya terhadap pemerintahan SBY. Kali ini, Mega menganalogikan pemerintahan SBY de-ngan tarian goyang Poco-poco. “Pemerintahan saat ini, saya melihat seperti penari Poco-poco. Maju satu langkah, mundur satu langkah. Maju dua langkah, mundur dua langkah. Tidak pernah beranjak dari tempatnya. Ber-goyang hanya untuk menghi-bur orang lain,” kata Mega da-lam pidato peringatan puncak HUT PDIP ke-35 di GOR Sri-wijaya, Jalan POM IX Pa-lembang, Sumatera Selatan, Kamis (31/01).
Menurut Mega, kinerja peme-rintahan SBY dinilai tidak efektif memberantas kemis-kinan. Padahal, lanjut Mega, pada awal masa pemerin-tahannya, SBY berjanji me-ngurangi angka kemiskinan. SBY optimistis menurunkan angka kemiskinan sebesar 35 juta pada tahun 2004, menjadi 18,8 juta pada tahun 2009. Janji tersebut dituangkan da-lam program pembangunan jangka menengah pemerin-tahan SBY-JK.
“Di awal tahun 2005, peme-rintahan yang baru terpilih membuat program pembangu-nan jangka menengah. Salah satu isinya, tentang kemiski-nan. Tapi apa yang terjadi, angka kemiskinan di tahun 2007 saja justru bertambah,” kata Mega. Mega pun mem-beberkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan pemerintah. Pada ta-hun 2000, angka kemiskinan sebesar 19,9 persen. Angka itu menurun pada tahun 2001, menjadi 18,41 persen. Pada tahun 2002, kembali terjadi penurunan hingga mencapai 18,2 persen. 
Angka kemiskinan kembali menurun pada tahun 2003, menjadi 17,42 persen dan pada tahun 2004 menjadi 16,6 persen. Selanjutnya, pada awal 2005, angka kemiskinan menurun menjadi 15,97 per-sen, atau setara dengan 35 ju-ta jiwa. “Tapi pemerintahan (SBY) baru mulai, angka ke-miskinan justru meningkat dari awal tahun 2005. Penu-runan kemiskinan ini janji pemerintah, karena itu saya minta rakyat untuk meminta janji kepada pemerintah,” ujarnya. 
Sementara itu, sindiran Me-ga, dibalas kubu SBY lewat Sekretaris F-PD, Sutan Bat-hoegana. “Masih lumayan Poco-poco ada majunya, dari pada tari Undur-undur, mun-dur terus,” ungkap Sutan di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/01) yang dilansir detik. com. Menurut Sutan, sebaik-nya sebagai sesama tokoh bangsa tidak usah saling me-nyindir. Para tokoh bangsa se-baiknya saling memberikan masukan konstruktif pada pemerintah untuk meningkat-kan kesejahteraan rakyat.
“Tidak usah lah menyindir-nyindir. Introspeksilah. Kalau dulu baik, kenapa tidak dipilih lagi. Justru calon lain yang jadi presiden,” ujar Sutan.
Sutan menambahkan, jika kritik itu untuk mendongkrak popularitas Mega menjelang Pemilu 2009, sebaiknya tidak dengan cara yang kasar. Mega bisa mencoba cara yang elegan dengan menyapa rakyat dan bekerja untuk rakyat “Kalau tujuannya untuk Pemilu 2009, jangan begini caranya, tapi kerja untuk rakyat,” pungkas-nya.
Sedangkan Jubir Kepresi-denan, Andi Mallarangeng menyambut kelakar kritikan Mega. “Saya senang juga de-ngan pengandaian Ibu Mega karena Poco-poco tarian asli dari Sulawesi,” imbuh Andi. Andi menjelaskan, pemerintah mengantisipasi kemungkinan krisis ekonomi sangat jelas dan serius. “Begitu ada indika-si resesi di Amerika Serikat yang juga memicu kenaikan harga barang-barang, presi-den langsung mengambil langkah-langkah konkret,” ujarnya.
Kemarin, lanjut dia, SBY me-ngadakan pertemuan dengan para importir dan eksportir ba-han kebutuhan pangan yang pokok. Dan hari ini (kemarin) dengan pimpinan BUMN yang tujuannya untuk stabilisasi harga. 
“Bahkan besok, paket kebi-jakan ekonomi dalam hal ini sudah selesai dan akan di-sampaikan oleh beliau, dan itu bukan tari Poco-poco,” beber pria berkumis ini.(dtc/zal) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin