|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
01 Februari 2008
|
|
AS: Kenya Terjadi “Pembersihan Etnik”
|
Pejabat tinggi AS urusan Afrika, Jendayi Frazer menga-takan, apa yang terjadi di Ke-nya saat ini, menjurus pada “pembersihan etnik” dengan pembunuhan brutal dan pe-ngusiran penduduk. Kekera-san pasca pemilihan umum di Propinsi Rift Valley sengaja dirancang untuk menghalau suku tertentu dari wilayah tersebut.
Frazer, yang berada di Addis Ababa untuk menghadiri pertemuan puncak Uni Afrika mengatakan, “telah terjadi pembersihan etnik yang jelas di Rift Valley,” daerah pusat konflik Kenya.
Asisten Menteri Luar Negeri AS itu mengatakan, stasiun-stasiun radio setempat me-ngobarkan kekerasan dan korban-korban yang diwa-wancarainya selama kunju-ngan sebelumnya ke Kenya mengatakan, kelompok-ke-lompok orang datang ke ru-mah mereka dan memaksa mereka pergi.
Komentar Frazer itu meng-gemakan pernyataan-pernya-taan sebelumnya, baik oleh Presiden Mwai Kibaki mau-pun pemimpin oposisi Raila Odinga, yang menuduh ma-sing-masing pihak melakukan kekejaman, termasuk pember-sihan etnik, setelah pemilihan umum itu.
Kelompok advokasi Human Rights Watch mengatakan, oposisi merencanakan keke-rasan di Rift Valley yang ber-dimensi etnik dan meluas ke wilayah-wilayah lain negara Afrika Timur tersebut.
Pernyataan wakil AS itu disampaikan ketika mantan Sekretaris Jendral PBB, Kofi Annan akan memulai pe-rundingan resmi antara ke-dua pihak terkait dengan krisis yang disulut oleh pe-milihan umum bulan lalu itu, yang kata Odinga telah dicu-rangi.
Seperti diketahui, lebih dari 800 orang tewas dan 250.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam kekerasan di Kenya. Ini merupakan konflik terburuk Kenya sejak kemer-dekaan negara tersebut dari Inggris pada 1963.(bbc)
|
|