|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
01 Februari 2008
|
|
Soal pencemaran zat arsen di Buyat
Supit: Hasil Penelitian Hotta Perlu Diseriusi
|
Ketua Yayasan Suara Nurani, dr B Supit mengingatkan, agar hasil penelitian pakar asal Je-pang, Nobuyuki Hotta, tentang adanya indikasi air di Buyat tercemar zat arsen, perlu dise-riusi pemerintah maupun warga Sulut. Karenanya, ia mengim-bau agar semua pihak dapat membantu, agar hasil penelitian
tersebut dapat ditindaklan-juti, sehingga bisa diketahui secara pasti apakah Buyat me-mang benar-benar tercemar zat arsen atau tidak.
Sementara itu, Supit juga per-lu menegaskan, bahwa dirinya tidak menentang hasil pene-litian pakar kesehatan Jepang tersebut, sebagaimana yang mencuat lewat pemberitaan koran ini kemarin (30/01).
“Di satu sisi saya memang sependapat dengan Prof W Warouw bahwa hasil peneli-tian Hotta masih perlu diper-kuat dengan bukti akurat me-lalui penelitian patologi. Tapi di sisi lain saya percaya hasil penelitian tersebut sudah melalui kajian, karena Hotta adalah pakar di bidang itu. Jadi intinya saya tidak me-nentang hasil penelitian Hot-ta,” ujar Supit kepada Komen-tar via ponsel.
Menurutnya, kritikan yang dilontarkan Prof Warouw ter-hadap Hotta dalam small con-ference di aula RS Pancaran Kasih, Rabu (30/01) lalu, tak perlu dipolemikkan. Karena menurutnya hal tersebut ha-nya perbedaan pendapat yang wajar dan biasa terjadi dalam dialog.
Lagipula, kata Supit, dalam small conference tersebut, Prof Warouw akhirnya menunjuk-kan sikap kooperatif. Bahkan, ia menyatakan bersedia untuk bekerjasama dengan Hotta guna membuktikan hasil penelitian tersebut.
“Jadi saya kira tidak ada yang perlu dipolemikkan. Prof Wa-rouw sudah menyatakan siap bekerjasama dengan Hotta,” ujarnya. Seperti diketahui, da-lam small conference di aula RS Pancaran Kasih, Hotta me-ngungkapkan bahwa kondisi air di wilayah Buyat terindikasi sudah tercemar zat arsen. Pernyataan Hotta ternyata me-ngundang tanggapan balik dari Prof Warouw yang kebe-tulan ikut menghadiri small conference tersebut.
Bahkan ia sempat menya-takan sangat meragukan hasil penelitian Hotta karena tidak disertai dengan bukti-bukti akurat.(rol)
|
|