|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
01 Februari 2008
|
|
Soal kontrak sosial terkait eksplorasi pabum Tompaso
Pertamina Gheotermal Dinilai Kurang Serius
|
Kesepakatan antara pihak Pertamina Gheotermal dan warga terkait rencana eksplorasi Panas Bumi (pabum) di wilayah Tompaso dan sekitarnya, ternyata belum ditanggapi serius pihak Pertamina Gheotermal. Kesannya, Pertamina Gheotermal hendak lari dari kesepakatan atau kontrak sosial tersebut.
Dari informasi yang dirang-kum dari berbagai sumber resmi, menyebut bahwa Per-tamina Gheotermal memang sudah memberi perhatian khusus terhadap community development seperti pem-berian bantuan pada bebera-pa gereja, serta perhatian di bidang pendidikan lewat ban-tuan untuk sejumlah seko-lah.
Namun yang disayangkan, Pertamina Gheotermal hingga kini tidak mau menanda-tangani kontrak sosial dengan masyarakat sekitar lokasi eksplorasi, sebagaimana ru-musan bersama antara warga dan Pertamina Gheotermal dalam suatu Forum yang di-gelar di Desa Tonsewer, Keca-matan Tompaso pada bebera-pa waktu lalu.
“Keinginan masyarakat, ke-sepakatan itu dituangkan se-cara tertulis dan ditanda-tangani Pertamina Gheoter-mal. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari Per-tamina Gheotermal. Padahal kontrak sosial ini sudah di-sepakati, kemudian dirumus-kan tim dan dibawa ke Per-tamina Gheotermal oleh tim dan perwakilan dari forum masyarakat,” tandas seorang sumber.
Pada bagian lain, Camat Tompaso, Drs Moudy Pange-rapan, ketika dimintakan ke-terangannya oleh sejumlah wartawan, Kamis (31/01) ke-marin, membenarkan bahwa masyarakat setempat ingin kontrak sosial itu dibuat se-cara tertulis. Dia juga mem-benarkan kalau sampai saat ini pihak Pertamina Gheo-termal belum memberikan jawaban atas permintaan ma-syarakat tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan, kon-trak sosial yang disepakati bersama dalam forum di Ton-sewer waktu lalu, terdiri dari 15 item, yakni Ketenagaker-jaan, Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Ekonomi Kerak-yatan, Keamanan Partisi-patik, Budaya, Lingkungan Hidup, Kerohanian, Infra-stuktur, Kompensasi, Pari-wisata Gheotermal, Early Warning, Maskot Tompaso, dan Bidang Sosial.
Sayangnya, pihak Pertamina Gheotermal belum berhasil di-konfirmasi. Namun menurut Ari Turangan, salah satu pe-jabat di Pertamina Gheoter-mal, bahwa pihaknya sedang mengupayakan agar penan-datanganan kontrak sosial itu bisa mendapat persetujuan dari Pertamina Pusat di Ja-karta. “Yang jelas, community development sudah dimulai,” ujarnya saat dihubungi via ponsel.(dav)
|
|