|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
02 Februari 2008
|
|
Sangihe dan Tomohon diminta waspada
Februari-Maret Puncak Musim Hujan
|
Memasuki Februari-Maret, ancaman banjir dan tanah longsor masih mengintai. Bah-kan di dua bulan ini, curah hujan diprediksi sangat tinggi. BMG sendiri mengingatkan, pertengahan Februari hingga Maret merupakan puncak musim hujan di Indonesia, tak terkecuali Sulut. Hal ini di-sampaikan Kepala Seksi Ob-servasi BMG Sulut, Aryo Fauzy dan Kepala Meterologi Pener-bangan, Willy Lasut kepada Komentar, Jumat (01/02).
“Pertengahan bulan Februari sampai dengan bulan Maret merupakan puncak hujan In-donesia termasuk di Sulawesi Utara. Ini harus diwaspadai, sebab berdasarkan prakiraan BMG ada potensi bahaya ban-jir untuk dua daerah di Sulut yaitu Sangihe dan Tomohon,” jelas Fauzy via telepon.
Lebih lanjut dikatakan Fau-zy, potensi banjir di daerah Sangihe berada di Tabukan Utara, Tabukan Tengah, dan juga Tabukan Selatan. Potensi banjir juga terjadi di seputa-ran Tomohon dan potensi banjir di kedua daerah ini su-dah diingatkan kepada bupati maupun walikota. Hal ini per-lu diwaspadai oleh masya-rakat di seputaran daerah ter-sebut karena perubahan arah vektor angin, mengakibatkan pengumpulan masa udara se-hingga awan-awan yang ter-bentuk cenderung horizontal.
“Horizontal ini artinya fre-kuensi hujan sering terjadi meskipun tipis-tipis, atau sedikit-sedikit gerimis. Untuk daerah lain tidak diprediksi, namun tetap saja hal ini ha-rus diwaspadai untuk men-cegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Fauzy. Hal yang sama juga diingatkan Kepala Meterologi Penerbangan, Willy Lasut untuk penerbangan yang ada di Sulut agar selalu waspada. Di mana dengan adanya pun-cak hujan pada pertengahan bulan Februari sampai de-ngan bulan Maret, maka pe-nerbangan juga akan ter-ganggu.
“Secara umum, cuaca terse-but akan mengganggu pesa-wat yang akan landing dengan jarak pandang kurang lebih satu kilometer, maka tidak dibenarkan untuk mendarat. Begitu juga jika berkabut se-hingga mengganggu pemanda-ngan, maka pendaratan tidak bisa dilakukan” ujar Lasut.(ipa)
|
|