HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

02 Februari 2008

JK Sindir Balik Mega 


Wapres Jusuf Kalla (JK) be-reaksi atas pernyataan Mega-wati yang mencap pemerin-tahan SBY-JK mirip tarian Poco-poco. Menurut JK, tarian Poco-poco masih lebih baik daripada dansa sambil jual gas murah. Maksudnya? “Poco-poco itu kan sehat. Itu gerak bersatu. Lagipula Poco-poco itu lebih baik dari tari dansa yang hanya berputar-putar sambil jual gas yang murah,” cetus JK. 
Hal ini disampaikan dia da-lam jumpa pers di Istana Wa-pres, Jalan Medan Merdeka Se-latan, Jakarta Pusat, Jumat (01/02). “Ngerti kan maksud-nya? ujar JK menyindir masa pemerintahan Mega saat men-jadi presiden. Ketika itu Mega menjual gas di Papua dengan harga yang murah. 
Secara terpisah, Ketua umum DPP Kader Muda Demokrat (KMD) Asvin Nasution menilai, Mega masih belum ikhlas atas kekalahannya dalam pilpres 2004 lalu. “Kita harapkan Ibu Megawati mau belajar dan ber-kaca pada pengalamannya saat memimpin. Kalau begini sikap-nya menunjukkan beliau be-lum ikhlas kalah,” kata Asvin.
Menurut Asvin, pemerintahan SBY telah menunjukkan usaha yang maksimal untuk mense-jahterakan rakyat. Buktinya angka pengangguran berkurang dan angka kemiskinan menu-run lebih satu persen. “Naik-nya SBY-JK menambah iklim yang baik untuk pembangun-an, buktinya angka pengang-guran menurun dari 11,1 juta orang menjadi 10,45 juta orang tahun 2007. Angka kemiskinan turun dari 17,75 menjadi 16,58 tahun 2007. Ini kan bukti nya-ta,” terangnya 
Asvin menambahkan, saat Megawati menjadi presiden, banyak BUMN-BUMN strategis dan pulau yang lepas dari pang-kuan NKRI. Padahal jargon PDIP selama ini adalah menjaga keutuhan NKRI dan menjaga aset nasional untuk kesejahte-raan rakyat. “Yang harus di ingat, Pada saat Ibu Mega me-mimpin, Indonesia kehilangan BUMN strategis seperti Telkom-sel dan Indosat. Juga 2 pulau, Sipadan dan Ligitan lepas dari NKRI. Ini mencerminkan lemah-nya pemerintah di dalam dan luar negeri,” cetusnya Asvin ber-harap sebagai tokoh bangsa Megawati lebih arif dan dewasa dalam berpolitik. Kalau me-mang pemerintahan SBY-JK dianggap gagal, biarkan rakyat yang menentukan dalam pe-milu 2009 mendatang.
“Penilaian kinerja harus di-berikan secara obyektif, bukan didasari atas kepentingan pri-badi atau kelompok. Biarkan pemerintah selesaikan sisa-sisa pemerintahannya dan rakyat yang akan berikan penilaian di akhir pemerintahannya,” pung-kasnya. Pada bagian lain, kubu PDIP mengatakan, agar sindi-ran Mega jangan direspons emosional.
“Kritik PDIP sebagai partai oposisi terhadap kebijakan pe-merintah harusnya diterima de-ngan wajar, bukan dengan emo-si,” ujar Ketua Fraksi PDIP Tjah-jo Kumolo. Menurut Tjahjo, kri-tik yang dilakukan PDIP sebagai partai oposisi bukan asal kriti-kan, namun berdasarkan data yang valid. Kritik yang dilontar-kan, imbuh Tjahjo, merupakan evaluasi kebijakan pemerinta-han SBY. 
“Apa sekarang sudah sesuai dengan realitas dan janji-janji kampanye. Apa ada kesalahan manajemen dan ada kebijakan yang salah ditafsirkan mente-ri,” tanya Tjahjo. Tjahjo meru-juk pada pemerintahan Mega yang hanya 2,5 tahun berkua-sa, APBN mencapai Rp 375 tri-liun. “Kalau dianggap belum op-timal, wajar, tapi kita sudah mem-persiapkan,” kata Tjahjo.(zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin