|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
02 Februari 2008
|
|
SBY: Ada Kebijakan
Pangan yang Gagal
|
Berbagai jurus stabilisasi pangan telah digelar pemerin-tah sejak dua tahun lalu. Ada yang berhasil meredam gejo-lak harga, ada pula yang tidak berdaya menghadapi kenai-kan harga. Misalnya program peningkatan produksi beras sebesar 2 juta ton, dinilai te-lah mampu meredam kenaik-an harga beras. Tapi penge-tatan ekspor CPO dan subsidi minyak tanah ternyata gagal menunjukkan hasilnya.
Demikian kata Presiden SBY, dalam pidato pengantar paket kebijakan fiskal stabilisasi harga pangan pokok di Kantor Presiden, Jakarta (01/02).
“Terjadi situasi khusus sepan-jang Desember 2007 sampai Ja-nuari 2008. Harga kedelai dan terigu naik secara signifikan. Minyak tanah kita subsidi Rp 6000 per liter, tapi di lapangan naik signifikan dan karenanya masuk dalam yang akan kita stabilkan,” papar SBY seperti dilansir detik.com. SBY men-jelaskan ada berbagai faktor luar negeri yang menyebabkan lon-jakan harga bahan pangan di Tanah Air. Sebagai antisipasi terus memburuknya keadaan, pemerintah memprioritaskan tindakan cepat menjadikan har-ga stabil dan secara bertahap turun ke tingkat normal.
“Kalau tidak ditindaklanjuti cepat dan tepat akan membe-bani saudara kita yang miskin dan setengah miskin. Jadi tu-gas pemerintah menstabilkan harga khususnya beras, kede-lai, terigu, minyak goreng dan minyak tanah,” ujarnya.
Langkah stabilisasi itu ter-tuang dalam paket kebijakan fiskal stabilisasi harga pangan pokok yang diumumkan usai sidang kabinet paripurna sore ini. Inti upaya stabilisasi harga ini adalah menjaga keseimba-ngan antara impor dan ekspor komoditas bahan pangan po-kok terkait.
Presiden mengingatkan bah-wa ada konsekuensi dari kebi-jakan yang diberlakukan mulai 1 Februari 2008. Tapi diyakin-kannya bahwa semua skenario itu telah dikembangkan, diuji-coba dan dikonsultasikan de-ngan pelaku usaha utama bi-dang pangan dan masyarakat kecil. “Tentu ada konsekuensi, dan maka dari itu perlu ada pe-nyesuaian APBN 2008. Seming-gu ini kita maraton godhog, uji dan kembangkan pilihan stabi-lisasi harga,” yakin SBY.
Seperti diketahui, pemerintah akhirnya mengumumkan pa-ket kebijakan pangan untuk komoditi beras, minyak goreng, kedelai dan terigu dalam rang-ka menstabilkan gejolak harga ke tingkat wajar. Selain itu juga, memerintahkan para BUMN untuk turut serta meredam ge-jolak harga pangan. “Tujuannya menstabilkan harga dan secara bertahap menurunkannya pada tingkat wajar. Pada masa tran-sisi ke tingkat wajar, kelompok masyarakat penghasilan me-nengah bawah dapat peroleh keringanan lewat beberapa cara yang dilakukan pemerintah,” ungkap Menko Perekonomian Boediono dalam jumpa pers paket kebijakan pangan di Istana Presiden, Jakarta, ke-marin.(dtc)
|
|