|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
02 Februari 2008
|
|
|
Hindari
pengkotakan berbau etnis
Luntungan: Pemkot Harus Membuat Dewan Adat
|
Pernyataan menarik disampaikan Ketua Karang Taruna Bitung, Santy Luntungan. Tanpa tedeng aling-aling, dia meminta Pemkot Bitung untuk membuat dewan adat.
Permintaan anak kandung Bupati Minsel, Ramoy Luntung-an ini dimaksudkan untuk menghindari munculnya feno-mena negatif berupa pengko-tak-kotakan berbau etnis.
“Kami minta walikota dan wakil walikota menanggapi ge-sekan-gesekan ini, sebelum dimanfaatkan oleh oknum-ok-num yang tidak bertanggung jawab, dan hal itu sudah terli-hat,” kata Luntungan.
Bahkan menurut Luntungan, kalau perbedaan budaya yang berbeda ini, mulai disalahar-tikan oleh sebagian warga de-ngan mempolitisi untuk mak-sud-maksud tertentu. “Pem-kot Bitung sudah waktunya membuat dewan adat yang da-pat menyatukan semua kebe-ragaman yang ada di Indone-sia, terutama gesekan yang mulai terlihat di Bitung de-ngan pembentukan organisasi kebudayaan itu,” ujarnya, sembari mengungkapkan, ka-lau perbedaan inilah yang ha-rus dimanfaatkan Pemkot Bi-tung sebagai salah satu aset wisata khas Kota Bitung, bu-kan menjadi jarak antarwarga berbeda suku dan organisasi yang mereka ikuti.
Menanggapi hal tersebut, Wa-likota Bitung Hanny Sondakh, melalui Kabag Humas dan Tata Pemerintahan Sekdakot Bitung, Drs Ferdinand Tangkudung, ke-pada wartawan mengatakan, kalau pihaknya akan membi-carakan ini sekaligus membuat kajian tentang pembentukan lembaga adat.
Sebelumnya, beredar informa-si menyusul terbentuknya wa-dah Gemisstal dan MKM yang baru-baru ini menggelar apel adat akbar, akan terbentuk Gema Sadar atau Generasi Muda Satu Daratan. Wadah ini kabarnya terdiri dari para un-sur pemuda yang berada di Pu-lau Sulawesi, mulai dari Bitung sampai Makassar. Tak hanya itu, Generasi Muda Keturunan Tionghoa (GMKT) akhir-akhir ini mulai diwacanakan.(oan)
|
|