|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Februari 2008
|
|
Banyak Pesawat Delay,
Penumpang Terlantar
|
Hingga kemarin (03/02), lalu lintas penerbangan Ja-karta-Manado dan sebalik-nya, belum sepenuhnya mu-lus. Masih banyak terjadi delay, bahkan pesawat yang tidak diterbangkan akibat cuaca masih buruk dan transportasi darat menuju Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta macet.
Akibatnya, banyak penum-pang yang terlantar. Peman-dangan ini bisa juga terlihat di Bandara Sam Ratulangi se-jak Sabtu (02/02) lalu, di ma-na para penumpang terpaksa rela tidur di ruang tunggu bandara karena keterlam-batan pesawat.
“Rencana berangkat jam 13.30 WITA naik Batavia, na-mun ditunda jam 16.00 WITA karena pesawat delay,” ujar sejumlah penumpang di ruang tunggu. “Sebenarnya pesawat Garuda datang sekitar jam satu siang, namun ditunda jam 20.30 WITA karena cuaca buruk,” ujar seorang satpam menambahkan.
Sementara itu saat dihu-bungi via telepon, Humas Bandara Sam Ratulangi Ma-nado, Herman Moningka me-ngatakan, gangguan penerba-ngan di Bandara Sam Ratu-langi diakibatkan cuaca bu-ruk dan banjir di Jakarta. “Memang hampir semua airlines mengalami keterlam-batan karena cuaca buruk dan keadaan banjir di Ja-karta,” ujar Moningka.
Meski begitu, ditambahkan Moningka, Bandara Sam Ratulangi selalu siaga dalam mengantisipasi keadaaan seperti ini. “Kami selalu an-tisipasi keadaan seperti ini. Semua peralatan disiagakan dan runway selalu dicek.’’
Dari Jakarta, Departemen PU menargetkan Senin pagi ini, Bandara Soekarno-Hatta dapat kembali normal. Tadi malam upaya pembebasan jalan tol bandara dari gena-ngan banjir akan dikebut. “Kita sudah siapkan 17 pom-pa dan masih akan ditam-bah,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (03/02).
Data menunjukkan hujan pada Jumat pekan lalu meru-pakan yang terburuk selama 25 tahun terakhir. Akibatnya, bandara harus menghentikan aktivitas dan diperparah lagi dengan banjir di ruas tol.
Besarnya banjir juga mem-buat protap pengeringan tol maksimal enam jam tidak berhasil. Pompa air yang ada tidak mampu membuang air sampai lebih 24 jam dan maka dari itu jumlahnya harus ditambah dengan pompa yang berkapasitas lebih besar. “Di sana yang prioritas sediakan pompa air. Musim hujan 2008 agak panjang, jangan sampai terjadi lagi seperti ini,” sambung Djoko.(dtc/mon*)
|
|