HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

04 Februari 2008

SBY dan Mega Diminta Akur


Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dalam pidato sam-butannya pada peringatan Harlah NU ke-82 di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (03/03) mengatakan, bahwa persoal-an yang muncul di negeri ini terkait dengan masih kurang-nya persatuan di antara para pemimpin bangsa.
“Semua kita undang Ibu Megawati Soekarnoputri, Bapak SBY. Itu semua karena mimpi Nahdlatul Ulama untuk menyelesaikan persoal-an bangsa ini. Karena yang sulit bukan mengatur rakyat, tetapi mengatur para pemim-pin itu sendiri. Dengan bersa-tunya para pemimpin bangsa itu akan memudahkan bang-sa ini untuk keluar dari per-soalan yang dihadapi,” jelas-nya yang kemudian disambut tepuk tangan.
Pada bagian lain, pemerin-tah dengan partai pendu-kungnya tak perlu terpancing emosi sehingga tak terjebak debat kusir yang mengha-biskan energi.
Demikian pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf dan dosen ko-munikasi politik Universitas Diponegoro (Undip) Triyono Lukmantoro, terkait dengan kritikan “poco-poco” Megawati yang dibalas Wapres Kalla dan fungsionaris Partai De-mokrat.
Maswadi mengatakan, po-lemik PDIP dengan pemerin-tah tak memberi pendidikan politik yang baik bagi masya-rakat. “Saya kira debat kusir yang satu bilang seperti poco-poco, lalu yang lain bilang dance, dihentikan. Itu tidak mendidik, apa substansi dari perdebatan seperti itu?” kata Maswadi.
Cara kritik PDIP, jelas Mas-wadi, kurang menarik dan terkesan emosional, apa lagi jika dikaitkan dengan masa lalu Ketua Umum PDIP Mega-wati Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai oposisi pemerintah, seharusnya kritikan Megawati konkret dengan bukti kelemahan pemerintah serta cara pena-nganan yang harus dilaku-kan. Mengritik secara umum dengan menyindir tidak menyelesaikan persoalan karena pemerintah tentu tidak ingin dianggap semua kebijakannya salah.
Meski demikian, katanya, ide dasar perdebatan PDIP dengan pemerintah adalah demokrasi tetapi implemen-tasinya masih salah. “Seha-rusnya implementasinya itu yang substansial, bukan sikap emosional,” kata Mas-wadi.(shc/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin