|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
04 Februari 2008
|
|
Melirik
penjualan mobil ‘second’ di Kota Manado
Bisnis Mobil Bekas Meroket di Tahun Tikus
|
Naiknya harga mobil baru sekarang ini, membuat pembeli mencari alternatif lain dengan memilih mobil bekas yang masih ‘gres’, wajar saja kalau bisnis mobil bekas di tahun tikus tanah (2008) ini dianggap menguntungkan karena murah.
“Sekarang ini penjualan mo-bil bekas molonjak dari bia-sanya,” tukas Rudi, penjual mobil bekas di bilangan Wa-nea, Sabtu (02/02) lalu.
Pasokan mobil bekas yang juga semakin berkurang membuat bisnisnya cukup bergairah, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata hampir setiap bulannya ada saja yang membeli, tapi tidak seperti tahun lalu.
Pengunjung di showroom ju-ga semakin ramai saat ini. “Sehari bisa duapuluh lebih pengunjung yang melihat se-jumlah mobil yang dipajang,” tukasnya.
Ia menduga melonjaknya penjualan mobil bekas lanta-ran harga mobil baru meng-alami kenaikan yang cukup signifikan. Contohnya, harga mobil Toyota Avansa pada bu-lan Desember 2007 masih berada pada kisaran Rp 118 juta per unit, sekarang ini merangkak naik menjadi Rp 122 juta. Selain karena kenaik-an harga mobil baru, per-mintaan masyarakat terha-dap mobil bekas tinggi, kare-na daya beli masyarakat seba-gian besar hanya mampu un-tuk beli mobil bekas.
“Jadi walaupun harga mobil bekas (second) ikut naik se-perti harga mobil baru, angka penjualan mobil bekas tetap meroket,” paparnya.
Sementara, hal yang sama dikatakan, Angki Maringka, pengusaha dan pemilik show-room Devada Mobil Second di Tanjung Batu. Kenaikan pen-jualan mobil bekas bulan Ja-nuari ini bisa dikatakan naik dari 30 persen menjadi 50 persen, sedangkan bulan Desember 2007 lalu rata-rata hanya lima mobil yang terjual.
Sayangnya, permintaan yang tinggi tidak diikuti pa-sokan mobil bekas yang cu-kup banyak, keluhnya. Menu-rut Angki pemicunya, karena Agen Tunggal Pemegang Me-rek (ATPM) ada banyak yang memiliki agen-agen mobil be-kas sendiri. Kalau dulu ba-nyak orang yang menjual mo-bil bekas ke showroom-show-room umum, kini lebih ba-nyak menjual ke agen-agen milik ATPM tersebut. Dam-paknya, menjadi tak lagi pan-dang bulu untuk menerima mobil bekas asalkan kondisi baik dan laku untuk dijual di pasaran.(wel)
|
|