|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
04 Februari 2008
|
|
Harga pangan naik
Warga Gereja Diimbau Berdayakan SDA Yang Ada
|
Naiknya harga pangan seperti beras, minyak tanah, gula, dan lainnya patut diwaspadai. Jika tidak segera ditangani, kelaparan akan terjadi dimana-mana. Untuk mencegah ini, President of Asia Fellowship of Mission 21 Partner Churches, Pdt Dr Nico Gara mengimbau kepada seluruh warga gereja agar tidak malas untuk bekerja.
“Hindari pesta pora, hidup boros, dan bisakan hidup hemat, sederhana, karena saat ini kita diperhadapkan dengan krisis ekonomi,” tandasnya Minggu, (03/02). Dikatakannya, Tuhan telah mengkaruniai kekayaan yang begitu banyak, berupa Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah untuk dirawat, pelihara dan dikelola dengan sebik-baiknya.
Misalnya, dengan memanfaatkan lahan tidur (kosong) untuk ditanam jagung, ubi, kentang ataupun jenis sayuran. Jika kita bisa merawat dengan tekun dan telaten, hasil kita kita dapatkan juga cukup lumayan untuk memenuhi kehidupan kita seharu-hari.
“Sebaiknya, saat ini kita jangan banyak tergantung ke beras saja. Karena, masih banyak jenis makanan lain yang patut dan pantas untuk kita berdayakan, seperti revilatisasi jagung seperti apa yang telah dicanangkan oleh gubernur kita. Kenapa warga di negara lain, seperti Eropa untuk makanan sehari-hari bisa hanya dengan kentang, sayur, daging. Sedangkan kita tidak. Dalam menghadapi situasi seperti saat ini, hal-hal seperti ini tentunya harus kita biasakan,”ujarnya menambahkan, intinya kita harus memiliki daya kreatifitas, agar bisa menghadapi kesulitan sekarang ini.
Disisi lain, untuk menekan melambungnya harga pangan saat ini, menurutnya perlu adanya campur tangan dari pemerintah untuk turun langsung ke lapangan, guna melakukan operasi pasar, agar situasi (kondisi) ini tidk dimanfaatkan oleh orang-orang yang hanya untuk mementingkan kepetingan pribadi saja. Ia mencontohkan seperti, penimbunan beras ataupun bahan pokok lainnya.
Sebab, jika keadaan ini tidak dinormalkan lagi, keadaan akan lebih kacau, dimana kejahatan dimana-mana, kelaparan datang, penyakit mulai menyerang dan banyak rakyat yang meninggal. “Namun kita berdoa bersama-sama, kiranya bangsa kita dihindarkan dari bahaya ini,”katanya.(aan)
|
|