|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
05 Februari 2008
|
|
Hearing soal Balitka digelar 11 Februari
Komisi II Izinkan Gubernur-Walikota Dipanggil DPR RI
|
Komisi IV DPR RI tetap se-rius menindaklanjuti pemang-gilan Gubernur Sulut dan Wa-likota Manado untuk di-hear-ing seputar Balitka. Buktinya, surat pemanggilan terhadap kedua pejabat negara terse-but, telah disampaikan lewat Komisi II DPR RI sebelum diajukan ke pimpinan DPR RI.
Ketua Komisi II DPR RI, EE Mangindaan mengatakan, pihaknya sudah memberikan izin pemanggilan hearing oleh Komisi IV atas gubernur dan walikota, tanggal 11 Februari 2008 mendatang. Diakui juga oleh Mangindaan, untuk pemanggilan pejabat, me-mang perlu persetujuan dari komisinya. “Dan tadi surat komisi IV soal izin untuk memanggil gubernur sudah saya tandatangani dan sudah diserahkan kembali,” katanya kepada koran ini di Jakarta, kemarin (04/02).
Menurutnya, pemanggilan tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah Balitka yang terancam dialihfungsi-kan. “Saya yakin gubernur mampu menjawab,” tukasnya seraya mengharapkan, per-soalan itu diselesaikan de-ngan berpihak pada rakyat. Seusai mendapat persetujuan Komisi II, akan disampaikan ke pimpinan DPR RI. “Mung-kin besok (hari ini, red) minta persetujuan ke pimpinan DPR,” kuncinya.
Sedangkan Wagub Sulut Freddy Sualang mengatakan, penyelesaian atas persoalan lahan Balitka, biarlah berpro-ses dengan sendirinya. “Masa-lah ini kan sudah ditangani oleh pihak-pihak yang ber-kompeten. Bahkan dari DPR RI pun sudah menyikapinya. Karena itu biarlah persoalan ini berproses,” ujarnya seperti enggan berpolemik.
Sementara itu, usulan un-tuk pemindahan Balitka ke se-jumlah daerah sentra kelapa yang turut mencuat, dires-pons positif oleh Ketua KNPI Minut Jeane Sompie.
“Kalau memang areal Balit-ka sudah dimanfaatkan oleh Pemkot Manado, akan lebih baik jika sarana penelitian itu dipindahkan ke Minut. Itu akan lebih baik. Kalau hanya soal lahan itu tidak masalah di Minut. Masih banyak lahan yang luasannya cukup untuk keperluan penelitian kelapa. Apalagi jika itu diperuntukkan bagi pengembangan kelapa yang tentu saja membawa manfaat bagi banyak orang,” terangnya.
Secara terpisah, Sekretaris Forum Petani Minsel, Sandra Rondonuwu mengatakan, petani dan masyarakat Minsel juga mendukung apabila Balitka pindah di Minsel. Bagi dia, Minsel daerah yang sa-ngat strategis untuk dijadikan lokasi dan sentral penelitian kelapa, sebab wilayah Minsel adalah sentranya pohon ke-pala. Struktur tanah dan uda-ra Minsel dinilainya sangat memenuhi syarat ilmiah untuk pengembangan kelapa yang sudah teruji sejak zaman Belanda lalu.(ran/eda/zal)
|
|