|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
05 Februari 2008
|
|
Tiga Distributor Semen
Rapat di Ruang Wagub
|
Kelangkaan semen yang terus berlangsung di Bumi Nyiur Melambai ini, turut membuat gelisah Pemprop Sulut. Be-tapa tidak, dengan adanya fe-nomena seperti ini, masyara-kat yang tengah giat-giatnya melakukan pembangunan menjadi tersendat. Oleh kare-na itu, agar hal ini tidak terus berlanjut, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Freddy Harry Sualang secara khusus meng-undang tiga distributor semen untuk memberikan penje-lasan, Senin (04/02).
Distributor yang hadir ma-sing-masing dari Semen Tiga Roda, Bosowa dan Tonasa. Pertemuan yang dilakukan secara tertutup di ruang kerja Wagub tersebut terungkap, bahwa yang menjadi penye-bab kelangkaan semen sela-ma ini adalah sulitnya distri-butor mendapatkan angkutan kapal, ditambah lagi buruk-nya cuaca. “Untuk distribusi semen Tonasa memang tidak ada kendala, sebab angkutan yang digunakan adalah kapal curah. Sehingga distribusi 1.000 ton per hari berjalan normal. Tetapi yang menjadi masalah adalah Bosowa dan Tiga Roda, yang ternyata ke-sulitan dalam mendapatkan kapal, apalagi dengan cuaca yang belakangan ini tidak bersahabat,” papar Sualang didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprop Sulut, Dra Marieta Kuntag dan Kadisperindag Gemmy Kawatu SE MSi.
Menariknya, karena semen merupakan komoditi bebas, maka pemerintah dalam persoalan ini tidak dapat melakukan intervensi terlalu jauh. Sehingga warning yang disampaikan kepada tiga distributor hanya me-nyangkut jaminan keterse-diaan stok, agar kebutuhan masyarakat secepatnya dapat teratasi. “Ada sejumlah pene-kanan yang sudah kita sam-paikan pada distributor semen, yakni penggunaan jalur pendek agar suplai lebih cepat sampai ke masyarakat. Kemudian penjadwalan pe-ngapalan yang teratur dan pembatasan DO (delivery order), untuk menghindari adanya antrian panjang. Dan yang pasti menyangkut harga harus dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang ada. Di mana untuk semen ini, di Sulut terdapat 305 pe-dagang pengecer,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa pekan depan, kelangkaan sudah dapat teratasi menyu-sul kesiapan Bosowa yang siap mendatangkan tiga ribu ton dan pekan berikutnya dalam jumlah yang sama.
POLDA
Pada bagian lain, muncul-nya dugaan adanya penim-bunan semen, ditanggapi serius Polda Sulut. Buktinya, institusi pimpinan Brigjen Pol Drs Yakhobus Jacki Uly ini menyatakan akan mengusut kasus tersebut. Hal ini dikemukakan Direktur Re-serse dan Kriminal Polda Su-lut Kombes Pol Drs Iskandar Ibrahim MM ketika dikonfir-masi wartawan melalui telepon genggamnya, tadi malam.
Menurut dirreskrim, saat ini pihaknya belum mendapat-kan laporan mengenai dugaan penimbunan yang menye-babkan kelangkaan semen tersebut. Namun demikian, lanjutnya, dengan adanya informasi tersebut, pihaknya akan segera menindaklan-jutinya. “Informasi itu (du-gaan penimbunan semen, red) akan kita tindak lanjuti. Jujur, kami baru dapatkan informasi seperti itu. Jadi kita akan segera usut dugaan penimbunan semen tersebut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, langkah yang akan diambil pihaknya adalah dalam waktu dekat ini akan segera melakukan koordinasi dengan instansi-instansi yang terkait dengan persoalan tersebut. Di anta-ranya, akan berkoordinasi dengan dinas perindustrian dan perdagangan (disperin-dag) Sulut. “Kita akan segera berkoordinasi dengan Disper-indag Sulut. Ini dimaksudkan untuk menyelidiki kebenaran dugaan penimbunan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan semen di pa-saran,” jelasnya.
Ketika disinggung kemung-kinan ada sejumlah peng-usaha yang menjual semen ke luar Sulut, dirreskrim belum bisa memastikannya. Bagi-nya, semuanya akan terung-kap jika sudah dilakukan penyelidikan di lapangan.
“Kita harus selidiki dugaan-dugaan tersebut. Ini me-nyangkut kebutuhan masya-rakat. Jika ada yang menyeng-sarakan masyarakat dengan melakukan upaya penim-bunan semen, maka Polda akan menindak tegas. Jika ditemu-kan pengusaha yang melaku-kan penimbunan atau menjual ke daerah lain akan diberikan sanksi tegas. Yang pasti, kita akan segera mengusut kasus tersebut,” tandasnya.
Sebelumnya, Walikota Hanny Sondakh dan personel Komisi C Dekot Bitung mela-kukan inspeksi mendadak (sidak) di PT Tonasa, kom-pleks Pelabuhan Bitung, Rabu (30/01) lalu. Di hadapan wali-kota, Kepala Urusan Distri-busi Semen PT Tonasa, Anwar Lajibu mengaku, sesung-guhnya stok semen Tonasa yang masuk Bitung cukup tersedia. Tetapi diakuinya ada ‘permainan’ spekulan atau distributor yang nakal yang sengaja melakukan penim-bunan. Bahkan, salah seorang anggota legislator Kota Bi-tung, John Dumais telah me-nyatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil hearing pihak-pihak terkait untuk mengungkap dugaan tersebut.(imo/eda)
|
|