|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolamania |
05 Februari 2008
|
|
Vega: Saya kok Jadi Seperti Teroris?
|
PELATIH Persma Manado, Manuel Rodriguez Vega hingga saat ini belum mendapat kepastian dari pihak manajemen terkait statusnya bersama tim. Ia mengaku, segala usaha telah dilakukannya untuk bisa bertemu dengan pengurus, dalam hal ini Ketua Umum Persma Jimmy Rimba Rogi Ssos ataupun Manajer Ir GSV Lumentut MSi.
“Saya sudah berusaha untuk bicara dengan mereka. Yah, tapi mungkin mereka tidak mau. Selalu mereka menghilang, saya jadi seperti teroris dimuka mereka,” ujar Vega, ketika telpon-telponan dengan wartawan harian ini, tadi (04/02) malam.
Maksud Vega untuk bertemu manajemen, adalah terkait ongkos tiket pulangnya ke Cili yang belum diberi manajemen. Biaya kepulangan Vega ke tanah kelahirannya diakui dia sekitar Rp 20 juta.
“Saya tidak punya duit untuk pulang ke Cili. Mereka belum kasih Saya uang tiket,” aku pelatih yang pernah mengangkat kiprah ‘Blue Storm” di era 1997-1998 itu.
Masalah lain, diakui Vega telah beres. Hanya saja Vega sedikit menyindir kalau mungkin manajemen mungkin pura-pura lupa untuk melunasi biaya kepulangannya. “Gaji, kontrak, dan lainnya oke. Tapi itu tadi, uang tiketnya mereka belum beri,” ungkapnya.
Vega sendiri mengaku belum mendapat tawaran resmi dari klub-klub peserta ligina lainnya untuk menggunakan jasanya sebagai pelatih. Namun begitu, Vega sempat keceplosan dengan mengatakan kalau saat ini dirinya tinggal menunggu kabar dari Jakarta. “Tawaran resmi belum ada. Mungkin dalam waktu dekat. Ada agen dari Jakarta yang sudah melakukan pendekatan,” terangnya.
Vega memastikan bila dirinya masih kepincut untuk menjadi pelatih di Indonesia. Dan kalaupun dibuang Persma, beberapa legiun seperi Christian Carasco, Juan Pablo Bazan dan Leonardo Gutterez, sudah menyatakan sikap akan ikut bersamanya.(yha)
|
|