|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
05 Februari 2008
|
|
Tingkat kejahatan meningkat
Tokoh Agama Minta Aparat Razia KTP
|
Keadaan ekonomi bangsa yang memburuk, berpengaruh pada tindak kejatahan. Di mana, tingkat kejahatan tiap tahunnya meningkat. Hal ini mengakibatkan kehidupan masyarakat semakin tidak nyaman dan diselimuti rasa ketakutan yang mendalam.
Untuk mengantisipasi ini, Ketua BKSAUA Sulut, Pdt Jefry Saisab, Senin (04/02) meminta pihak aparat kepo-lisian untuk melakukan peng-amanan, dengan melakukan razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan orang-orang yang tingkah lakunya mencuriga-kan. Sebab, saat ini banyak orang nekat melakukan tin-dak kejahatan hanya karena tidak mau hidup miskin.
“Kita tahu bersama bahwa, tingkat keamanan semakin rawan, tidak seperti tempo. Di mana, saat ini jika orang be-pergian di atas pukul 22.00 WITA masih bapikir terlebih dulu, karena takut orang ram-pok atau copet dan bagi wani-ta tentu takut diperkosa. Ke-adaan seperti sekarang ini tentunya menjadi perhatian pemerintah dan aparat kepoli-sian untuk memberi perlindu-ngan kepada masyarakat, agar bisa hidup aman,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut Wakil Se-kretaris Pria Kaum Bapa Sino-de GMIM, Pdt Lucky Rumo-pa, tindak kejahatan ini juga diakibatkan oleh beberapa faktor, di antaranya akibat me-nenggak alkohol yang berle-bihan dan membawa sajam.
“Untuk ini gereja berharap pi-hak kepolisan jangan terlena dan segera melakukan razia tanda pengenal pribadi (KTP). Kembalikan harga manusia di mata manusia yang manu-siawi. Pemerintah dan instansi terkait bertanggung jawab menjaga masyarakat. Kita jangan terjebak mengejar PAD sementara kita hidup seperti saat ini. Polisi bertanggung jawab atas tensi keamanan yang meningkat,” katanya.(aan)
|
|