|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
05 Februari 2008
|
|
Tunjang pembangunan kelautan berkelanjutan
ISKU Harapkan Alokasi Beasiswa IK
|
Dalam ajang lokakarya Program Studi (PS) Ilmu Kelautan (IK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Jumat pekan lalu, mengemuka sejumlah gagasan untuk pengembangan studi ke depan. Salah satunya dikemukakan oleh Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat (ISKU) Danny Oroh SPi, mengenai usulan untuk alokasi beasiswa khusus untuk mahasiswa Ilmu Kelautan (IK).
Apalagi PS yang sudah berdiri sejak 20 tahun lalu ini sudah terakreditasi A sesuai penetapan Badan Akreditasi Nasional (BAN) Dirjen Per-guruan Tinggi (Dikti) 2006 lalu. “Untuk menjaga sustain-abilitas (keberlanjutan) status akreditasi A, maka perlu dila-kukan sejumlah perbaikan baik dari sisi akademik juga dari strategi pengembangan mahasiswa.
Di samping itu diharapkan pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten/kota juga dapat mengaloka-sikan beasiswa khusus pen-didikan IK,” papar Oroh Senin (04/02) kemarin.
Diharapkan dengan momen-tum World Ocean Summit (WOC) 2009, Sulut sebagai tuan rumah dapat menjadi pioner pemberian beasiswa tersebut.
“Sebagai pemrakarsa pelak-sanaan WOC, Sulut juga diharapkan dapat mempra-karsai adanya aloksi beasiswa ini dalam APBD baik di pro-pinsi juga kabupaten/kota. Sehingga akhirnya hal ini juga akan ‘ditularkan’ ke daerah lain di Indonesia,” tandasnya.
Apalagi PS paling bungsu di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini, menurut Oroh sudah melahirkan 743 lulusan dengan gelar ’bera-gam’ akibat beberapa kali terjadi perubahan. “Awalnya gelar yang dipakai adalah Sar-jana Perikanan (SPi) lalu jadi Sarjana Kelautan (SKel), ke-mudian kembali ke SPi. Se-lanjutnya berubah menjadi Sarjana Ilmu Kelautan (SIK) dan terakhir kembali lagi meng-gunakan SPi,” urai Oroh.
Sehingga nantinya lanjut Oroh, gegap gempita WOC yang saat ini begitu gencar disosialisasikan Pemprop Sulut juga akan membawa pengaruh kepada mahasiswa IK. “Di samping itu diharap-kan setelah WOC nantinya, program mengenai pemba-ngunan kelautan terus ber-lanjut termasuk di dalamnya pengembangan bidang aka-demis,” harapnya.
Gagasan Oroh ini juga turut didukung oleh Dr Ir Gybert Mamuaya, salah satu dosen yang turut memprakarsai pendidikan di IK. “Segala se-suatu yang menyangkut kemajuan IK tentu harus di-dukung bersama,” tukas mantan Kepala Laboratorium Geomorfologi Kelautan FPIK Unsrat ini.(vic)
|
|