HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

06 Februari 2008

SHS: Imlek, Momen Wujudkan Persaudaraan


Menyambut perayaan Ta-hun Baru Imlek Satu Cia Gwee 2559 yang jatuh Kamis (07/02) esok, Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang (SHS) se-cara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada umat Tri Dharma, terutama yang bermukim di Bumi Nyiur Melambai. 
Menurut Gubernur, peraya-an Imlek merupakan momen untuk mewujudkan persau-daraan sejati di antara sesa-ma umat dan sesama anak bangsa. Tak itu saja, peraya-an Imlek juga merupakan sa-rana untuk menyadarkan umat Tri Dharma betapa pen-tingnya keterbukaan dan penghargaan terhadap kema-jemukan bangsa. 
“Meskipun berbeda-beda ke-yakinan, namun sub kultur Tionghoa di Sulut tidaklah ber-diri sendiri atau terpisah, me-lainkan merupakan bagian dari kesatuan daerah dan bangsa. Karena itulah umat Tri Dharma diharapkan agar dapat terus menyatu, berintegrasi dan me-lakukan akulturasi budaya de-ngan komponen masyarakat lainnya atas dasar saling meng-hormati dan melengkapi,” tan-dasnya seraya menambahkan, agama memiliki peran strategis untuk meletakkan landasan spiritual, etika dan moral yang kokoh bagi pembangunan na-sional, serta dapat memotivasi umatnya agar mampu menjadi bagian dari keluarga besar bangsa yang berkontribusi bagi pembangunan peradaban.
Lebih jauh Sarundajang juga mengatakan bahwa spirit Imlek kiranya dapat menuntun umat Tri Dharma untuk bersama-sa-ma membangun Sulut, agar semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera. Terutama di tengah-tengah menghadapi perjalanan tahun yang harus diisi dengan kerja keras namun penuh rahmat. 
“Kita harus bergandengan tangan menjadikan Sulut se-bagai tanah leluhur yang dipe-nuhi kedamaian, aman dan tenteram. Di samping itu juga di tengah kemeriahan perayaan Imlek ini, saya mengajak umat Tri Dharma untuk semakin meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap realitas sosial, kondisi alam dan ber-bagai kebijakan serta program pemerintahan yang nantinya akan memberikan multiplikasi peran bagi kemajuan daerah,” terangnya.
Di sisi lain, Sarundajang me-ngingatkan bahwa Imlek me-rupakan momentum yang sa-ngat tepat untuk melakukan in-trospeksi dan evaluasi diri serta menghayati kebersamaan dan persatuan. Bahkan melalui Im-lek juga dapat menjadi sarana untuk terus melakukan trans-formasi diri menuju masa depan yang lebih baik dan lebih ber-makna. “Hari raya Imlek tidak sekadar dimaknai sebagai ritual keagamaan dan tradisi saja, tetapi juga merupakan momen-tum yang tepat bagi umat Tri Dharma untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mening-katkan keterpaduan, kesera-sian dan keharmonisan dengan sesama dan alam semesta. Di samping itu juga Imlek meru-pakan kesempatan emas untuk saling memaafkan dan saling memberi hormat, sekaligus juga pembaharuan diri melalui pi-kiran dan tindakan yang mulia,” urainya kembali.
Tahun Baru Imlek, bagi umat Tri Dharma adalah berkah dan ucapan syukur bagi Sang Pen-cipta. Karena telah diberikan kesempatan untuk hidup baru. Pergantian tahun ini, kiranya menyadarkan bahwa manusia memiliki ruang dan waktu ter-tentu serta kekuasaan Tuhan-lah yang berlaku atas hidup dan waktu manusia. “Karena itu anugerah Imlek harus dire-fleksikan sebagai harapan dan komitmen untuk mengisi ruang dan waktu kehidupan secara le-bih bermakna,” kuncinya.(eda)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin