|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
08 Februari 2008
|
Umat Kristiani memaafkan majalah Tempo yang melukis-kan Soeharto dan keluarga-nya pada sampul depan ma-jalah berita itu dengan meniru adegan pada lukisan The Last Supper, yakni perjamuan ma-lam terakhir antara Yesus dan
para muridnya, karya Leonar-do Da Vinci.
“Karena Tempo sudah minta maaf maka kita umat Kristiani harus bisa memaafkan. Kema-rin sudah dialog dan saling mengerti,” demikian Romo Benny Susetyo dari KWI, Rabu (06/02) di Jakarta. Romo Ben-ny menjelaskan bahwa lukisan Da Vinci itu sendiri adalah kar-ya seni yang menginterpre-tasikan sebuah peristiwa yang diceritakan dalam Alkitab. Sedangkan lukisan Soeharto dan keluaga adalah plesetan terhadap karya seni Leonardo Da Vinci. “Umat Kristiani su-dah cukup dewasa melihat per-bedaan pandangan, terhadap interpretasi karya-karya seni dan menghargai kebebasan berekspresi. Yang penting niat-nya bukan untuk menyakiti hati umat Kristiani,” jelasnya yang dilansir sinarharapan.co.id.
Sebelumnya, majalah Tempo telah meminta maaf soal gam-bar pada sampul edisi 4-10 Februari 2008. “Saya sebagai pemimpin redaksi Tempo meminta maaf atas segala hal yang ditimbulkan oleh pemua-tan sampul edisi khusus Soe-harto yang beredar sejak Senin kemarin,” kata Pemimpin Re-daksi Majalah Tempo, Toriq Ha-dad kepada media.
Menurutnya, sampul majalah itu dibuat sebagai interpretasi dari lukisan Leonardo Da Vinci, bukan sebagai interpretasi dari kitab suci umat Kristiani. “Tempo sama sekali tidak mela-kukan kesengajaan untuk menciderai umat Kristiani da-lam pembuatan sampul ini. Untuk segala hal yang menim-bulkan ketersinggungan, me-nimbulkan rasa tidak nya-man, menimbulkan sakit hati, saya sebagai pemimpin redaksi Tempo, memohon maaf,” ujar Toriq.
Rencananya, selain me-nyampaikan secara lisan, Toriq berjanji akan menam-pilkan permintaan maaf ter-sebut di edisi Tempo selanjut-nya. Kemarin, sejumlah pim-pinan organisasi Katholik mendatangi kantor Tempo mempertanyakan maksud pemuatan gambar itu.(shc/*)
|
|