|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
08 Februari 2008
|
|
49 paket proyek di Minsel mulai dilelang
Pemerintah Diminta Prioritaskan Kontraktor Lokal
|
Pemkab Minsel baru saja melakukan pengumuman proses lelang 49 paket proyek. Banyak kalangan di Minsel ber-harap dalam proses lelang atau tender nanti, pemerintah dalam hal ini panitia untuk lebih memprioritaskan kon-traktor lokal.
“Aspirasi kami ini mohon di-respons Pemkab Minsel, khu-susnya para Satuan Kerja Pe-rangkat Daerah (SKPD) yang kebagian jatah proyek tahun 2008 ini, agar lebih memprio-ritaskan kontraktor-kontraktor lokal. Sekali lagi kami harap ada perhatian pemerintah,” ka-ta Wem Baba Mononimbar, to-koh masyarakat Minsel.
Menurutnya, berbicara kuali-tas untuk kategori proyek pada umumnnya, kontraktor lokal cukup memenuhi syarat. Di-khawatirkan, kemampuan dan kelebihan ini akan diabaikan para pelaksana tender yakni SKPD masing-masing dengan jalan ‘bermain mata’ dengan kontraktor luar daerah yang memiliki kekuatan finansial le-bih. “Kalau perlu panitia di ma-sing-masing SKPD bisa meno-lak langsung peserta tender dari luar Minsel,” tegasnya.
Derita kontraktor lokal, lan-jutnya, sebagaimana pengala-man tahun-tahun sebelumnya sering terpinggirkan. Jangan-kan ancaman kontraktor luar, dalam daerah sendiri saja para kontraktor lokal harus berha-dapan dengan oknum-oknum pejabat tinggi daerah yang ter-indikasi hendak memonopoli paket-paket proyek yang ada di Minsel.
“Sampai sekarang kan ada sejumlah kontraktor luar yang boleh dikata sudah di-black list karena hasil pekerjaan mereka yang amburadul, dan tidak se-suai jadwal kontrak. Jadi itu harus diperhatikan,” beber Mononimbar.
Hal senada diutarakan Ape YT Rorimpandey. Kata dia, dengan mulai diumumkannya 49 paket proyek tersebut pihaknya ha-nya bisa me-warning, supaya ke 49 proyek tersebut benar-benar harus milik para kontraktor lokal. “Kami takut seperti pe-ngalaman tahun-tahun sebe-lumnya sudah dikapling-ka-pling oleh para oknum pejabat atau kontraktor besar dari luar Minsel,” ujarnya.
Menanggapi ini, juru bicara Pemkab Minsel, Drs Benny Lumingkewas menyatakan, untuk proses tender proyek kali ini akan dilakukan seca-ra transparan. “Tidak ada na-manya jatah-jatahan atau dugaan sudah dikapling-ka-pling oleh pejabat. Untuk itu, para kontraktor lokal harus bisa menyadari bahwa proses tender. Soal kontraktor lokal, Pemkab Minsel tetap berke-rinduan untuk bisa menga-komodir mereka,” tegas Lu-mingkewas.(pen)
|
|