|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
08 Februari 2008
|
|
Lima
Ketua PK Golkar Tomohon siap penuhi panggilan
DPP
Seharusnya Toka Mundur dengan Gentle, Sehingga
tak Ada Musdalub
|
Pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar (PG), menurut Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Tomohon Barat, Joppy Kalesaran sebe-narnya tidak akan terjadi, jikalau Ketua PG Tomohon mengundurkan diri secara gentle.
Padahal, kata Kalesaran, niat untuk mundur dari jabatan se-bagai Ketua DPD II PG Kota To-mohon, sudah bulat. Tetapi en-tah mengapa sampai Pdt Tonny Kaunang STh yang kerap di-sapa Toka, tidak juga mundur, sehingga Musdalub PG Tomo-hon tak terelakkan lagi. “Bebe-rapa waktu lalu Pak Tonny Kaunang (Ketua DPD II PG To-mohon, red) sudah menyata-kan sikap siap mundur,” tukas Kalesaran yang saat itu didam-pingi Legislator PG Tomohon, Renata Ticonuwu STh.
Tetapi, lanjut Kalesaran, sikap mundur dari jabatan itu tidak dipertegas dengan keseriusan-nya untuk membuat surat atau apapun. “Sikap beliau tak diser-tai dengan surat pernyataan. Dalam hal ini hanya secara li-san, tanpa pengunduran diri se-cara tertulis. Alasan ini mem-buat kami (5 PK PG Tomohon, red) langsung meminta perlu ada musdalub,” pungkasnya.
Kalau saja upaya pengundur-an diri itu sudah tertulis, aku Kalesaran, hampir pasti per-masalahan Musdalub takkan sampai ke DPP.
Namun kini, perkembangan dan wacana Musdalub sudah diseriusi DPP dengan mengge-lar rapat pleno yang di gelar di Slipi, baru-baru ini. Dan kalau-pun, papar Kalesaran, DPP me-ngundang bahkan memanggil Lima Ketua PK Partai Golkar (PG) di Kota Tomohon ke DPP, kami telah siap untuk membe-rikan keterangan mengapa sampai kami menghendaki ada-nya Musdalub PG Tomohon.
“Jika hasil rapat pleno DPP adalah memanggil para Ketua PK PG Tomohon, tentunya ka-mi mendukung dan meres-ponsnya. Saya dan teman-te-man sesama Ketua PK sudah siap ke DPP untuk memberi ke-terangan,” tambah Kalesaran.
Sementara itu, dari informasi yang diterima koran ini me-nyebutkan, pemanggilan lima PK PG Kota Tomohon ke DPP adalah upaya dari Pdt Tonny Kaunang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah ataupun membuat pelang-garan berat terhadap partai. “Sebenarnya, lima PK PG itu ju-ga harus membertimbangkan bentuk pelanggaran dari Kau-nang. Dan sepengetahuannya, Kaunang tidak melakukan pe-langgaran atau kesalahan da-lam membimbing dan membe-sarkan PG Kota Tomohon, apa-lagi lima PK itu adalah kader dari Kaunang sendiri,” tandas salah seorang pemerhati politik yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
“Tapi itulah politik. Kaunang juga sebenarnya harus legowo ketika lima PK menghendaki pe-laksanaan Musdalub. Tak perlu lagi melakukan pembelaan diri hingga ke DPP, yang pada akhir-nya hanya mempermalukan dirinya sendiri,” ucapnya.
“Beruntung saja kalau hasil pemanggilan lima PK PG untuk melaksanakan musdalub tidak dikehendaki DPP. Tapi kalau DPP mengisyaratkan musda-lub, pasti popularitas Kaunang akan tersandung. Bisa-bisa un-tuk tahun depan Kaunang ti-dak akan lagi dimasukkan se-bagai salah satu kader dari Ko-ta Tomohon ke DPR Propinsi ataupun DPR RI,” prediksinya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPD PG Sulut, Drs Ferro Taro-reh pernah menyebutkan bah-wa dalam aturan, musdalub da-pat terjadi atas dasar usulan dua per tiga PK. Tetapi kalau su-dah 100 persen, musdalub tak bisa terhindari lagi. “Aturannya menyebutkan seperti itu,” tu-kas Taroreh, beberapa waktu lalu. Jika menganalisa apa yang diungkapkan Taroreh, praktis pemanggilan lima PK ke DPP hanya sebuah akal-akalan untuk lebih memuluskan atu-ran Musdalub. Karena yang pasti, kalau sudah lima PK me-ngusulkan Musdalub, itu tidak bisa terhindarkan lagi.(jok)
|
|