HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Induk

09 Februari 2008

Lintas Berita Minduk 


Ingin Raih Adipura, Masyarakat Harus Proaktif
Tondano-Target Tondano sebagai Adipura bisa menjadi mimpi jika masyarakat tidak turut berperan aktif. Hal ini diakui Pemerintah Kabu-paten (Pemkab) Minahasa melalui Juru Bicaranya, Glady Kawatu SH MSi.
Menurut Kawatu, ada tiga poin utama yang men-jadi penilaian Adipura. Yang pertama adalah ma-najemen, kedua infrastruktur dan ketiga partisipasi masyarakat. “Manajemen dan infrastruktur adalah tanggung jawab pemerintah, baik dalam penyiapan maupun penataan. Tapi partisipasi aktif masyarakat adalah tanggung jawab langsung dari masyarakat itu sendiri. Jadi kalau masyarakat tidak terlibat aktif, bisa saja target mewujudkan Tondano sebagai Kota Adipura, hanya tinggal mimpi belaka,” jelasnya.
Apalagi poin penilaian perihal partisipasi masya-rakat ini, lanjut Kawatu, sangat tinggi atau lebih besar dibandingkan dengan poin pertama dan kedua yakni manajemen dan infrastruktur. “Maka-nya pemkab sangat berharap masyarakat Tondano dapat menunjukkan kepeduliannya, seperti yang dilakukan sebagian masyarakat sekitar terminal Ton-dano dan para sopir. Karena dengan adanya ke-sadaran dari masyarakat, kita optimis target adipura bisa dicapai. Walaupun memang perlu kerja keras untuk mencapai target ini,” kata Kawatu.
Pada bagian lain, sejumlah warga terus menyorot keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tondano. Menurut warga, instansi terkait harus bekerja ekstra keras menyiapkan prasarana penunjang kebersihan di wilayah Tondano tersebut. Bila tidak, sebaiknya Bupati Minahasa, Stefanus Vreeke Runtu segera mengambil langkah tegas yakni mengganti pejabat di instansi teknis tersebut dengan pejabat lain yang lebih profesional. “Karena kinerja pejabat dapat diukur dari capaian pres-tasinya. Kalau prestasinya buruk, jangan dimanja,” ketus Edwin Pandey.(dav)

Leilem Ngotot Gabung Tomohon
Sonder-Pernyataan Jubir Pemerintah Kabupaten Minahasa, Glady NL Kawatu SH MSi, bahwa pemekaran di Minahasa cukup sampai pada Kota Langowan dan Kabupaten Minteng dulu, men-dapat reaksi tajam dari kalangan masyarakat Desa Leilem, Ke-camatan Sonder, yang menginginkan Desa Leilem gabung Kota Tomohon.
Jantje Mongilala, salah satu Tim Kerja Penggabungan Leilem ke Kota Tomohon, Jumat (08/02) kemarin menyatakan, apa yang di-sampaikan Kawatu dinilai tidak beralasan. Sebab pemekaran telah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Dae-rah, kemudian dijabarkan lagi dalam PP 17 Tahun 2007. “Jadi wa-laupun ada pernyataan seperti itu, kami tetap sepakat untuk ber-gabung dengan Tomohon,” tandasnya.
Disinggung soal perkembangan terakhir penyusunan proposal penggabungan Leilem ke Kota Tomohon, Mongilala menjelaskan bahwa pihaknya sedang merampungkan draf usulan tersebut. “Kalau drafnya sudah rampung dalam waktu dekat ini, kami tentu akan segera menyodorkannya ke DPRD Minahasa,” tukasnya mantap. 
Dalam pengajuan usulan tersebut, tambah Mongilala, pihaknya juga akan melampirkan Surat Keputusan bersama antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, dalam rangka men-dalami aspirasi masyarakat tiga desa di Leilem. 
Pada bagian lain, Mongilala mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tomohon sangat merespons aspirasi penggabungan Leilem ke Kota Tomohon. Meski begitu, aspirasi masyarakat Leilem ini harus men-dapatkan legitimasi dari eksekutif maupun legislatif Minahasa.(dav)

Warga Minta Pasar Atas Tondano Ditata
TONDANO-Penataan akan Pasar Atas Tondano yang semakin hari semakin semrawut, ternyata terus dikeluhkan oleh warga sekitar maupun warga yang lewat. Mereka meminta pemkab, dalam hal ini Dinas Pasar, segera melakukan penataan yang lebih baik demi meraih Adipura nanti.
“Kami meminta kepada pemkab segera merubah akan penataan Pasar Atas Tondano ini. Karena sudah memasuki 2008 ini, pe-nataan pasar tersebut masih belum juga dilakukan,” kata Maikel S, warga Tondano.
Kepala Pasar Atas Tondano, Simon Sumanti, ketika dikonfirmasi Jumat (08/02) kemarin, mengatakan kalau pihak dinas pasar me-mang telah memprogramkan di tahun 2008 ini segera melakukan perubahan dari pasar tersebut. 
“Untuk mendukung akan program dari pemkab dalam meraih Adipura, tentunya kami sangat meresponsnya, dan sudah kami agendakan bahwa pekan depan akan dilakukan penataan. Dan ini bukan hanya penataannya saja, namun juga kebersihannya akan kami intensifkan,” tukas Sumanti. 
Menurut Sumanti, jumlah pedagang tetap yang ada di Pasar Atas Tondano ini berjumlah 300 dan yang tidak tetap berjumlah 100. “Pekan depan kami berencana melakukan kerja bakti massal de-ngan melibatkan seluruh pedagang dalam melakukan pembenahan dan penataan Pasar Atas Tondano ini,” jelasnya.(tr-01) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin