CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

09 Februari 2008

Soal gambar mirip perjamuan akhir
Tokoh Agama Kristen Sulut Prihatin 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Perayaan Cap Go Meh Jatuh pada 21 Februari

Tokoh Agama: Waspadai Peristiwa Alami

Tokoh agama di Sulut merasa prihatin dengan pemuatan gambar mirip perjamuan akhir Yesus Kristus dengan murid-muridNya. Namun mereka menerima permintaan maaf dari kalangan Redaksi Majalah Tempo, karena menerima maaf dan memaafkan orang lain sudah menjadi keharusan dan diamini umat Kristiani.
Seperti yang dikatakan to-koh agama Katolik, Pst Fred Tawalujan dan Pdt Lamberty Mandagi MTheol, Jumat (08/02) pemuatan gambar ter-sebut memang sudah gega-bah. Namun pernyataan maaf tersebut harus diterima ka-langan umat Kristiani.
Menurut Tawalujan, secara pribadi dirinya prihatin dengan pemuatan gambar yang mirip kisah perjamuan akhir, alasan-nya mengapa Redaktur Majalah Tempo begitu gegabah dengan hal-hal yang sangat peka ter-hadap emosi religiusitas? “Se-bagai sebuah gambar hal itu bi-asa-biasa saja. Tetapi gambar perjamuan akhir bagi orang Kristen merupakan ungkapan pewarisan nilai rohani (perja-muan/ekaristi) oleh Yesus ter-hadap muridNya,” katanya. 
Kalau disamakan dengan Soeharto yang mewariskan sua-tu nilai hidup terhadap anak-anakNYA, Tawalujan menam-bahkan, hal ini menjadi perta-nyaan besar, nilai apa yang di-wariskan? Persoalan yang mun-cul antara lain karena Seoharto dinilai sangat kontroversial. Senandainya Soeharto dinilai baik masyarakat umum mung-kin persoalan menjadi lain.
Di sisi lain, bagi Tawa-luyan pribadi, setelah mendengar pernyataan maaf dari pimpinan Redaksi Majalah Tem-po yang tak bermaksud melecehkan iman ma-syarakat Kristiani, ma-ka sebaiknya ini dima-afkan. “Iman Kristiani biasanya menjadi lebih mantap justru karena pelbagai percobaan dan tantangan. Hal ini sudah terujicoba. Iman Kris-tiani perlu digodok dalam tanur api yang panas, tetapi hati orang Kristen tak boleh panas dan me-manaskan situasi masyarakat umum,” katanya. 
Dia berharap pemerintah hendaknya mempunyai sikap yang adil dan bijaksana demi bonum cummune, demi kebaik-an umum masyarakat, demi keamanan publik. “Kalau pe-merintah ingin meluruskan secara hukum, sebaiknya di-serahkan saja para proses hu-kum. Mudah-mudahan tak akan terjadi lagi hal-hal yang mengandung nuansa-nuansa pelecehan nilai-nilai keaga-maan, termasuk pencegahan umat beribadah serta kebe-basan beragama sungguh-sungguh diterapkan,” ujarnya.
Sementar Pdt Lamberty Mandagi MTheol menam-bahnya, gambar sebenarnya tidak dipemasalahkan tetapi kalau disangkut pautkan dengan perjamuan Yesus ini masalah. “Namun hal ini tidak perlu ditanggapi, apalagi pihak Majalah Tempo sudah meminta maaf,” tambah-nya.(lex)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin