|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
09 Februari 2008
|
|
Luntungan Ditantang Rombak Kabinet
|
Buntut dari diberlakukannya PP 41 Tahun 2007 serta terganjalnya penempatan Ir Wolter Piri selaku Asisten II Pemkab Minsel karena diduga terlibat dalam sebuah kasus proyek, agenda rolling pejabat Pemkab Minsel belum juga dilaksanakan. Namun demikian, arus desakan agar Bupati Minsel Drs Ramoy Luntungan dapat segera melakukan rolling pejabat terus berdatangan.
Desakan itu datang dari se-jumlah elemen masyarakat Minsel di antaranya Drs Hen-drik JS Tuuk. Pemerhati pe-merintahan dan politik di Minsel ini mengatakan, pelak-sanaan rolling pejabat sudah wajar untuk segera dilaku-kan. Pasalnya, di satu sisi ada beberapa pejabat yang sudah memasuki masa pensiun dan di sisi lain sebagian besar pe-jabat sudah lama menjabat dalam kurun waktu yang lama.
Bahkan terkait Piri, Tuuk me-ngatakan bupati bisa meng-gantikan dan sekaligus menem-patkan putra terbaik Minsel yang masih bersih dan punya potensial besar untuk mema-jukan tanah Minsel ke depan.
“Pelaksanaan rolling adalah hak prerogatif bupati, namun sangat diharapkan agar ren-cana ini harus terganjal ha-nya karena menunggu proses banding Wolter Piri di peng-adilan atau MA. Jika ini ter-jadi maka rolling akan terus molor. Padahal, masih banyak birokrat asli Minsel yang pu-nya kemampuan dan bisa di-percayakan menduduki ja-batan tertentu,” ujarnya. Un-tuk itu, Tuuk dengan tegas menantang Bupati Luntung-an segera melakukan rolling jabatan dalam waktu dekat ini. Apalagi, jika tidak dila-kukan rolling maka akan berimplikasi pada tergang-gunya pelayanan Pemkab Minsel.
“Bayangkan saja, kalau pe-jabat sudah selayaknya pen-siun tapi tetap dipertahan-kan. Bisa saja ini akan mem-beri peluang terjadinya aksi korupsi besar-besaran nanti-nya,” tukas Tuuk.
Sayangnya, Bupati Minsel melalui Juru Bicaranya Drs Benny Lumingkewas ketika di-konfirmasi kembali meminta masyarakat Minsel untuk tetap bersabar. “Sampai saat ini tim Baperjakat tengah mengkaji dan mengevaluasi pejabat yang bakal direkrut. Jadi, warga Minsel harus bisa bersabar dan memberi kepercayaan penuh soal mutasi jabatan itu,” tegas Lumingkewas.(pen)
|
|