HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

12 Februari 2008

Ramos Horta Ditembak, SBY Minta Amankan Perbatasan


Pascapenembakan terhadap Presiden Timor Leste Ramos Horta dan penyerangan ter-hadap Xanana Gusmao, Pre-siden SBY langsung mengin-struksikan Panglima TNI Jen-deral Djoko Santoso meng-amankan perbatasan Indone-sia dan Timor Leste. “Saya su-dah menginstruksikan Pangli-ma TNI untuk melakukan pe-ngamanan perbatasan Repu-blik Indonesia dan Timor Leste dapat dilakukan dengan baik,” ujar Presiden Yudhoyono da-lam jumpa pers di teras Kan-tor Presiden, Jakarta, Senin (11/02).
Presiden mengemukakan, langkah pengamanan itu dila-kukan karena setiap ada keja-dian di Timor Leste biasanya berdampak pada Indonesia. “Dulu, kala ada kejadian sela-lu dikaitkan juga dengan ele-men yang ada di Indonesia, meski pun dalam tahun-tahun belakangan ini tidak lagi,” ujarnya.
Indonesia, menurut Presi-den, tidak mencampuri urus-an dalam negeri Timor Leste, namun tetap akan menjaga terus hubungan persaha-batan kedua negara. Terha-dap Presiden Horta, Presiden berharap kesehatannya pulih kembali. Presiden juga berha-rap otoritas di Timor Leste dan pasukan di bawah bendera PBB dapat memulihkan ke-adaan.
Seperti diketahui, Senin (11/02) pagi kemarin, rumah Pre-siden Timor Leste Jose Ramos Horta diserang pemberontak. Ramos Horta mengalami luka tembakan di bagian perut dan dada, sementara pemimpin pemberontak, Alfredo Rei-nado, dilaporkan tewas ditem-bak tentara Presiden Horta.
“Negara telah diserang,” kata Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao yang juga sempat diserang, namun ber-hasil meloloskan diri. “Upaya membunuh perdana menteri dan presiden hari ini gagal, dan hanya presiden yang luka,” kata Xanana. Dia me-nyatakan kondisi Ramos Horta kini dalam keadaan stabil dan kini dirawat intensif di Australia. 
Xanana meminta masya-rakat untuk tetap tenang. “Saya minta masyarakat un-tuk tidak menyebarkan rumor dan informasi yang salah,” katanya menolak menjawab pertanyaan soal kejadian itu. Waktu insiden terjadi berbe-da-beda. Menurut Juru Bica-ra Militer Mayor Domingos da Camara, peristiwa penem-bakan terjadi sekitar 4.30 dini hari waktu setempat. 
Dua mobil membawa tentara pemberontak melintasi rumah Ramos Horta di pinggiran Kota Dili dan langsung me-nembakinya, kata Juru Bi-cara Militer Mayor Domingos da Camara. Tentara pengawal kediaman Presiden balas me-nembak. “Dua mobil menye-rang rumah Presiden Horta pada pukul 4.30. Serangan dilakukan kelompok Alfredo,” kata Da Camara seperti diku-tip situs internet stasiun televisi ABC Australia. 
Dia menambahkan, seorang tentara Timor Leste meng-alami luka tembak serius da-lam serangan itu, sementara Alfredo tewas. Menurut se-orang tetangga Ramos Horta, dia mendengar serangkaian suara tembakan sekitar pukul 6.50. Tembakan beruntun itu telah berlangsung selama dua puluh menit.
Menteri Luar Negeri Timor Leste Zacarias da Costa me-ngatakan kondisi Ramos Horta stabil setelah menjalani operasi darurat untuk melo-kalisir pelurunya. “Satu pelu-ru mengenai punggung dan menembus hingga ke perut,” kata Da Costa sambil menam-bahkan, presiden diterbang-kan ke Darwin ditemani adik-nya, Rosa.
Penembakan Ramos Horta membuat situasi Ibukota Dili menegang. Warga mendengar tembak-menembak terjadi di berbagai tempat.
Seorang aktivis LSM Inter-national Crisis Group, Sophia Cason, menyebutkan dia mendengar peristiwa tembak-menembak di tempat lain di Ibukota Timor Leste itu. “Yang menandakan terdapat lebih dari satu kelompok,” ujar Cason. 
Cason menyebutkan, upaya pembunuhan terhadap orang penting baru pertama kali terjadi di bekas propinsi Indo-nesia itu. “Biasanya hanya orang menembak sembara-ngan, tanpa maksud membu-nuh orang,” katanya. “Situasi keamanan benar-benar ter-ganggu,” imbuh Cason.
Atas peristiwa ini, partai terbesar Timor Leste, Fretilin, mempertanyakan peng-amanan PBB. “Kami meminta jawaban, bagaimana kebo-coran keamanan ini bisa ter-jadi,” cetus Mari Alkatiri, Se-kretaris Jenderal Fretilin. Fre-tilin tak habis pikir, bagai-mana mungkin pasukan pem-berontak bisa memasuki ke-diaman Presiden dan Perdana Menteri Xanana Gusmao. Alkatiri yang merupakan mantan Perdana Menteri itu meminta pasukan PBB yang tergabung dalam United Nations Mission in Timor-Leste (UNMIT) dan pasukan International Stabilization Force (ISF) yang dipimpin Australia untuk menjelaskan peristiwa berdarah itu.
Untuk meredakan situasi Dili, Alkatiri berjanji akan bekerja sama penuh dengan aparat keamanan. Pria ketu-runan Arab itu mendukung setiap upaya mencari solusi memecahkan masalah-masa-lah pelik yang dihadapi nega-ra termiskin di Asia Pasifik itu. 
Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam keras serangan terhadap Horta. Pe-mimpin badan dunia tersebut terkejut dan marah atas serangan yang juga menar-getkan Perdana Menteri Xanana Gusmao itu.
“Ban mengecam sekeras-kerasnya tindakan yang tidak bisa diterima ini atas institusi legal negara dan menyerukan warga Timor untuk tetap te-nang dan menahan diri dari semua bentuk kekerasan,” demikian statemen PBB.
Begitu mendengar berita penembakan Horta dan Xanana, Perwakilan Khusus PBB Atul Khare segera me-ninggalkan Amerika Serikat dan tengah dalam perjalanan ke Dili, Timor Leste. “Kepo-lisian PBB (UNPol) saat ini dalam status siaga penuh dan berkoordinasi dengan Pasu-kan Keamanan Internasional (ISF) dan otoritas Timor Leste,” demikian pernyataan PBB.(afp/shc)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin