|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
12 Februari 2008
|
|
Dua Kecamatan di Bolmong Banjir
|
Akibat curah hujan yang terus menerus sejak Minggu (10/02) malam hingga Senin (11/02) dini hari, dua keca-matan di Bolmong terendam banjir. Banjir yang melanda Kecamatan Bolaang dan Poigar ini sempat mencapai ketinggian satu meter.
Hasil pantauan koran ini pa-da Senin pagi kemarin, banjir itu disebabkan meluapnya air dari Sungai Bantik dan Su-ngai Lubuk. Air laut pasang juga menambah tingginya banjir. Sehingga ratusan rumah penduduk terendam.
Wilayah yang dinilai menjadi titik rawan banjir adalah Desa Nonapan I dan II, Desa Mariri Baru, yang berada di Keca-matan poigar. Sementara di Kecamatan Bolaang, umum-nya seluruh desa dilanda ban-jir. Ikhwalnya, banjir yang yang kerap tiap tahunnya dialami oleh dua kecamatan itu, sejak pukul 22.00 WITA, hujan yang tidak cukup deras namun berlangsung lama terus membasahi Tanah Totabuan ini, hingga pukul 02.30 WITA belum menun-jukkan tanda-tanda akan meluapnya air sungai.
Namun selang dua jam ke-mudian, warga pun menjadi panik melihat air yang sudah mencapai batas betis orang dewasa itu, bahkan ada yang mencapai batas dada. Tak pelak, warga langsung keluar rumah dengan menggotong barang dan perabotan rumah tangga yang mudah dibawa ke dataran tinggi.
Dari amatan harian ini, sekitar pukul 10.00 WITA, terlihat warga mengungsikan diri masing-masing ke rumah warga atau sanak saudara lain yang posisi rumahnya berada di perbukitan dan aman dari banjir. “Kita ta kage dari air so sampe di betis. Kong kita cuma bawa barang-barang yang gampang mo dapa bawa,” ujar Rudi Ru-muan, warga Desa Mariri Baru Kecamatan Poigar.
Selain rumah warga, fasili-tas umum seperti tempat ibadah mesjid dan gereja pun tak luput dari banjir itu. Anak-anak sekolah sempat diliburkan karena bangunan sekolahnya turut terendam air. Sedikitnya terdapat empat sekolah yang terendam banjir di Kecamatan Bolaang dan satu sekolah di Kecamatan Poigar. Murid-murid pun tidak masuk sekolah karena jalan untuk masuk ke sekolah itu sudah digenangi air.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN Inobonto Drs Hamri Binol membenarkan, bahwa sekolah terpaksa menghentikan aktivitas bela-jar mengajar, lantaran se-luruh ruang kelas telah terendam air, meski tingginya baru sebatas lutut. “Guru-guru dan murid-murid sibuk membantu menyelamatkan berkas di sekolah,” kata Binol, yang terlihat di tengah anak-anak sekolahnya.
Camat Bolaang Dra Farida Mooduto saat ditemui harian ini di lokasi banjir, menga-takan seluruh desa di wila-yahnya itu terkena banjir. Sedikitnya ada tujuh desa yang sejak dini hari kemarin terendam air. “Belum ada la-poran dari masyarakat me-ngenai korban jiwa. Namun masyarakat masih sibuk mengungsikan barang-ba-rangnya dan mencari ternak-nya di perkebunan,” kata Farida, seraya menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
Sayangnya, hingga kemarin sore, belum terlihat adanya bantuan dari pemerintah kabupaten kepada masyara-kat yang terkena banjir. Dari informasi yang disampaikan Mooduto, Wabup Bolmong, Mokoapa Mokoagow sedang berada dalam perjalanan menuju lokasi.
Sebelumnya, keberadaan personel TNI AD sejak banjir mulai melanda, telah mem-berikan bantuan tenaga dan tampak turun langsung ke tengah masyarakat. Hal itu membuat warga merasa terbantu. “Personel Koramil sejak tadi subuh so ba bantu pa torang,” ujar Didi Wuwun Bene, warga Desa Nonapan I.(tr-03)
|
|