|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
12 Februari 2008
|
|
Valentine’s
Day Bukan Ajaran Agama
|
Tokoh
Agama Katolik, Pastor Fred Tawaluyan, Senin (11/02)
menegaskan bahwa, Valentine’s Day adalah, legenda
kisah romantika. Bukan dogma atau ajaran agama. Jadi
lebih mempunyai nilai etik/moral dan budaya.
Valentine’s Day dirayakan bukan sebagai suatu
kewajiban agama.
“Agama tidak pernah me-ngajarkan setiap orang untuk ber-Valentine’s Day. Karena, memang bukan merupakan suatu keharusan. Dan tidak dipaksakan bagi mereka yang tidak suka merayakannya,” ujarnya.
Tapi, lanjutnya, nilai moral, etis atau psikologis cukup mem-punyai arti yang mendalam. Di mana, nilai yang terkandung dalam Valentine’s Day, terlebih menyangkut kisah kasih sa-yang, dan cinta kasih. Ungkap-an kasih antara dua orang yang berlawanan jenis. Secara psi-kologis bisa menjadi ungkapan rasa seksual atau eros atau agapenya.
Tapi pada tingkatnya yang lebih tinggi menjadi cinta sejati. Nilai cinta dalam Valentine’s Day rupanya tidak sama, kare-na akhir-akhir ini ungkapan dan perayaan ini dinyatakan lebih sebagai bentuk rasa persa-habatan yang romantis. Hal ini dinyatakan dengan hadiah tanda persahabatan tersebut.
Setiap agama atas cara dan bentuknya mengajarkan dan mewajibkan hukum cinta kasih, tapi tak pernah mewajibkan Va-lentine’s Day. Di mana, bentuk cinta kasih itu tentu ada batas-batasnya, yaitu kepada sahabat, orang tua, anak-anak. “Tapi, ung-kapan ini di kalangan anak mu-da terkadang sudah melampaui batas etika, moral,” katanya.
Di mana, setiap budaya me-nekankan kasih sayang, per-hatian dan persahabatan se-jati, tapi tak semua mengenal Valentine’s Day. “Tak menjalan-kan Valentine’s day tidak membuat seseorang bersa-lah, berdosa, tapi agama me-ngajarkan kalau tidak menja-lankan cinta kasih, maka kita akan berdosa. Di situlah letak perbedaanya,” ucapnya.
Dalam ajaran umat Kristia-ni, menurut dia semua umat diajarkan untuk mengasihi sesama manusia terlebih me-ngasihi Tuhan Yesus seperti mengasihi diri sendiri. Karena itulah tidak ada salahnya jika masyarakat atau umat Tuhan merayakan hari kasih sayang, karena kita sendiri diajarkan untuk saling mengasihi ten-tunya. (aan)
|
|