CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun
BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

12 Februari 2008

Valentine’s Day Bukan Ajaran Agama

 

 IKUTI BERITA LAIN

Gara: JPS Lebih Cocok untuk Masyarakat Tertimpa Bencana

Lintas Berita Mimbar

Tokoh Agama Katolik, Pastor Fred Tawaluyan, Senin (11/02) menegaskan bahwa, Valentine’s Day adalah, legenda kisah romantika. Bukan dogma atau ajaran agama. Jadi lebih mempunyai nilai etik/moral dan budaya. Valentine’s Day dirayakan bukan sebagai suatu kewajiban agama. 
“Agama tidak pernah me-ngajarkan setiap orang untuk ber-Valentine’s Day. Karena, memang bukan merupakan suatu keharusan. Dan tidak dipaksakan bagi mereka yang tidak suka merayakannya,” ujarnya.
Tapi, lanjutnya, nilai moral, etis atau psikologis cukup mem-punyai arti yang mendalam. Di mana, nilai yang terkandung dalam Valentine’s Day, terlebih menyangkut kisah kasih sa-yang, dan cinta kasih. Ungkap-an kasih antara dua orang yang berlawanan jenis. Secara psi-kologis bisa menjadi ungkapan rasa seksual atau eros atau agapenya.
Tapi pada tingkatnya yang lebih tinggi menjadi cinta sejati. Nilai cinta dalam Valentine’s Day rupanya tidak sama, kare-na akhir-akhir ini ungkapan dan perayaan ini dinyatakan lebih sebagai bentuk rasa persa-habatan yang romantis. Hal ini dinyatakan dengan hadiah tanda persahabatan tersebut. 
Setiap agama atas cara dan bentuknya mengajarkan dan mewajibkan hukum cinta kasih, tapi tak pernah mewajibkan Va-lentine’s Day. Di mana, bentuk cinta kasih itu tentu ada batas-batasnya, yaitu kepada sahabat, orang tua, anak-anak. “Tapi, ung-kapan ini di kalangan anak mu-da terkadang sudah melampaui batas etika, moral,” katanya. 
Di mana, setiap budaya me-nekankan kasih sayang, per-hatian dan persahabatan se-jati, tapi tak semua mengenal Valentine’s Day. “Tak menjalan-kan Valentine’s day tidak membuat seseorang bersa-lah, berdosa, tapi agama me-ngajarkan kalau tidak menja-lankan cinta kasih, maka kita akan berdosa. Di situlah letak perbedaanya,” ucapnya.
Dalam ajaran umat Kristia-ni, menurut dia semua umat diajarkan untuk mengasihi sesama manusia terlebih me-ngasihi Tuhan Yesus seperti mengasihi diri sendiri. Karena itulah tidak ada salahnya jika masyarakat atau umat Tuhan merayakan hari kasih sayang, karena kita sendiri diajarkan untuk saling mengasihi ten-tunya. (aan) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin