|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
12 Februari 2008
|
|
Akses jalan Lobu–Kalait memprihatinkan
Harga Beras Tembus Rp 6500/kg
|
Harga beras di sejumlah desa pedalaman yang ada di Kabupaten Mitra terus melonjak gila-gilaan. Seperti di-alami warga Desa Kalait Kecamatan Touluaan, di mana untuk membeli beras, mereka terpaksa harus merogoh kocek Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per kilogramnya.
Setelah ditelusuri lebih jauh lagi, ternyata penyebab ke-naikan harga beras ini dipicu buruknya jalur transportasi menuju desa tersebut. “Pintu masuk ke Desa Kalait adalah Desa Lobu yang jaraknya ber-kisar 16 kilometer. Namun se-kitar 7 kilometer ruas jalan-nya rusak parah. Ini yang menjadi pemicu kenaikan harga beras,” jelas Michal Suoth dan Otni Liwe, warga Touluaan yang turut dibenar-kan salah satu pengurus Ka-rang Taruna Kalait Joupy Kountul, kemarin.
Hukumtua Desa Kalait Adri Karuh pun ketika dikonfirma-si menyatakan keluhan atas kondisi jalan tersebut sudah disampaikan ke pemerintah daerah. Sayangnya sejauh ini belum diperoleh kabar kalau akan dilakukan perbaikan. Ia juga mengungkapkan pende-ritaan warganya yang banyak menggantungkan hidupnya dari bertani. Sebab dengan kondisi jalan seperti ini, untuk menjual hasil perta-nian saja para petani sudah dibuat susah. “Ongkos meng-angkutnya ke pasar dengan hasil dari penjualan rata-rata klop,” katanya.
Menarik, kenaikan harga beras ini bukan berlaku pada jenis beras super atau unggu-lan seperti Membramo atau Nurdin. “Beras biasapun pasti dijual di kisaran Rp 6000 hing-ga Rp 6500,” tandas Karuh.
Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Pemkab Mitra, Herman Kosakoy SE saat hendak dimintakan ketera-ngan terkait mahalnya harga beras melalui telepon selular-nya nomor 081340500XXX, tidak dalam keadaan ak-tif.(dax)
|
|