|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Opini Redaksi dan Pembaca |
12 Februari 2008
|
|
Seandainya… untuk ‘Petani Bunga’(2)
|
Pada awal tahun 2008 yang lalu, penulis membaca berita yang cukup menjanjikan serta mengandung harapan bahkan suatu optimisme akan masa depan masyarakat Sulawesi Utara, khususnya yang berada di Kota Bunga, Tomohon. Berita tersebut mengandung suatu tekad yang kuat dari seorang primus inter pares Kota Bunga yang juga merupakan walikota termuda, serta merupakan hasil pilihan langsung masyarakat. Beliau mengatakan bahwa “Tomohon akan mengekspor bunga pada tahun 2012 yang akan datang”.
Oleh: Timmy Tatara SE MM
Atau karena dia kuat lobby atau mudah memberi upeti meskipun sebenarnya dari segi ekonomi masuk kategori mam-pu, kemudian hanya dia yang diperhatikan. Juga, jangan karena dia pandai membuat proposal yang bagus dan me-narik sehingga hanya dia sen-diri yang diloloskan untuk me-nerima bantuan. Ingat, di sam-ping zaman sudah berubah se-karang masih banyak masya-rakat yang mengalami kesuli-tan dan sedang menggumuli hidup mereka. Jadi siapa saja yang mendapat wewenang sehubungan dengan hal itu, cobalah menggunakan hati nurani. Juga, yang tidak kalah pentingnya adalah memberi-kan sosialisasi secara terus menerus kepada para petani tentang tujuan yang hendak di-capai, serta nilai tambah yang akan diperoleh dari bertani bu-nga. Dalam rangka melakukan supervisi, hendaknya dilaksa-nakan seefektif dan seefisien mungkin, artinya menghindar-kan high cost economy serta mark up. Hindarkanlah panitia proyek yang hanya akal-akalan dan program yang bias dan asal-asalan. Karena ini adalah proyek mulia untuk mening-katkan taraf hidup, bukan saja untuk petani itu sendiri tetapi juga keluarga besar petani. Dan dampaknya sangat besar untuk ketahanan ekonomi rak-yat yang tentunya akan berim-bas kepada kemakmuran masyarakat itu sendiri.
Pada prinsipnya untuk men-capai tujuan long run tersebut pemkot harus benar-benar all out dengan melibatkan seba-nyak mungkin petani, sehingga terbentuk home industries bu-nga. Dan kalau ini telah terca-pai, maka pemkot tinggal ber-peran dalam monitoring dan quality control serta marketing. Tidak kalah pentingnya adalah peranan riset and develop-ment(R&D), sehingga dari waktu ke waktu sebagai sentra peng-hasil bunga, Tomohon akan dikenal di samping sebagai produsen berbagai jenis bunga, juga dengan kualitas yang baik. Dengan adanya R&D, dapat juga diperoleh jenis bunga khas Tomohon yang akan menjadi unggulan/primadona di waktu mendatang. Pada tahapan awal semua fungsi tersebut, harus ada campur tangan pemkot. To-mohon, tetapi jika home indus-tries telah terbentuk dan kuat maka mungkin saat itu pe-ranannya tinggal pada marke-ting function saja.
Mungkin timbul pertanyaan, bagaimana membentuk home industries yang kuat? Menurut penulis, kuncinya adalah perta-ma melibatkan seluruh masya-rakat petani bunga atau petani lain yang ingin beralih profesi menjadi petani bunga. Kedua, melakukan sosialisasi terus menerus tentang cara dan seluk beluk bertani bunga serta keuntungan jangka panjang yang akan diperoleh. Ketiga, hendaknya melakukan pende-katan secara personal/pribadi (personal approach), hal ini lumrah mengingat pada umum-nya petani di Tomohon secara tradisional dan turun temurun adalah petani sayur. Dan untuk merubah profesi ke petani bu-nga tentunya memerlukan adaption time yang cukup. Jangan seperti sekarang, keli-hatannya kog seperti tergesa-gesa dan terlalu dipaksa-kan….jangan ibarat rica, pe gigit trus pidis, harus ada proses dong. Terakhir, yang tidak kalah penting dan menentukan ada-lah masalah dana. Perlu disa-dari bahwa topangan dana yang cukup akan berdampak positip kepada pelaksanaan rencana yang telah dibuat.
Topangan dana yang diperlu-kan akan sangat besar, meng-ingat kebutuhan akan sarana dan prasarana, sosialisasi, bantuan supervisi, bahan baku dan sebagainya. Tahapan awal, diperlukan dana untuk sarana dan prasarana (pasar bunga, litbang, dsb) serta untuk sosia-lisasi, kemudian diikuti dana untuk supervisi dan bantuan untuk pre operation serta pe-masaran dan kalau mekanisme ini berjalan baik, maka tinggal dibutuhkan maintenance cost saja.
Pada kesempatan ini, penu-lis mencoba membuat illustra-si pemikiran sederhana ten-tang berapa dana yang dibu-tuhkan dalam kurun waktu lima tahun dengan tujuan menjadikan Tomohon menjadi kota bunga yang berbasis ho-me industries dengan melibat-kan sebanyak mungkin peta-ni.(bersambung)
|
|