HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

13 Februari 2008

Awan duka selimuti Komentar Group
Selamat Jalan Jurnalis Sejati...


BAK halilintar menyambar di siang bolong, segenap kru re-daksi koran ini dikejutkan sebuah berita duka dari RS Prof Kandou, Malalayang, pukul 14.22 WITA, Selasa (12/02) kemarin. Wakil Pemimpin Redaksi Harian Ko-mentar, Landy Hendri Wowor, telah dipanggil Tuhan. Landy meninggal secara medis di usianya yang ke-46 tahun, akibat penyakit ginjal akut yang dideri-tanya.
Pria kelahiran 21 Agustus 1961 ini meninggalkan ibunda ter-cinta Katrin Wayongkere, istri Ir Herny Korah bersama seorang
putri, Prisca. Almarhum juga meninggalkan dua orang adik, Jerry dan Nenen. Kesan yang sangat nampak dalam diri almarhum adalah pribadinya yang tenang namun keras. Keras pendirian, tetapi juga ke-ras dalam bekerja. Ia tak mau banyak merepotkan orang lain. 
Bukti sahihnya, Landy tidak ingin menunjukkan kepada ke-luarga kalau sakitnya sebe-narnya sangat parah. Malah sebaliknya, dia tetap menun-jukkan sifat baiknya kepada keluarga. “Saya ingat, waktu HUT perkawinannya minggu lalu, Landy mengajak semua keluarganya untuk berkumpul. Waktu itu Landy dalam keada-an sakit dan dirawat di rumah-nya. Dan semua keluarga ter-masuk om dan tante kami hadir. Dia kemudian memberi-kan uang dan beberapa helai pakaian kepada kami semua. Ini dilakukan dua kali, di mana sebelumnya dilakukan sebelum Natal. Kami tidak menyangka kalau itu mungkin pertanda bahwa dia tidak akan lama lagi,” ujar Jerry, adik Almar-hum lirih.
Kesan keras dan tak mau me-repotkan juga nampak saat Al-marhum mendekati akhir hayatnya. Jerry bercerita, Se-lasa (12/02) pagi kemarin, sekitar pukul 07.00 Wita, seperti biasa Jerry berbincang-bincang dengan Almarhum perihal ajakannya untuk me-lakukan cuci darah. Waktu itu juga hadir istri Almarhum, Ny Ir Herny Korah. 
Menurut Jerry, pagi itu seper-tinya Almarhum menunjukkan ekspresi dan isyarat menyetu-jui saran keluarga untuk mela-kukan cuci darah. Ekspresi yang ditunjukkan Almahrum sempat memberikan keceriaan bagi istri dan keluarganya. Se-bab, sebelumnya pihak ke-luarga sudah mencoba untuk membujuk Almarhum, namun tetap saja menolak.
Jerry kemudian langsung mengontak pihak medis RSU Prof Kandou Manado dalam hal ini dr Prof Ema Tenda Muis. Namun beberapa saat kemu-dian lagi-lagi Almarhum men-dadak menolak untuk ke ru-mah sakit melakukan kegiatan cuci darah. ‘’Saya sudah sehat,’’ aku Landy seperti dikutip Jerry. Sikap Almarhum membuat Jerry terheran-heran. Jerry pun berulang kali meyakinkan Almarhum untuk menyetujui rencana tersebut. Namun lagi-lagi Almarhum menolaknya.
Namun beberapa jam setelah mengaku sudah sehat, tiba-tiba kondisi Almahrum mulai drop. Keluarga kemudian me-mutuskan untuk segera mem-bawanya ke rumah sakit. Na-mun di tengah perjalanan, tepatnya di ruas jalan di Ke-lurahan Bahu, Malalayang, Almarhum kejang-kejang dan pingsan. Sesampainya di RSU Prof Kandou sekitar pukul 14.00 Wita, Almarhum lang-sung mendapat perawatan dari tim medis. 
Ternyata Tuhan berkehendak lain. Pukul 14.22 WITA, almar-hum menghembuskan napas-nya yang terakhir dengan te-nang di ruang ICU dikelilingi sejumlah pasien dan disak-sikan langsung istri tercinta dan keluarganya. ‘’Kami benar-benar kehilangan sosok war-tawan ulet, pekerja keras dan berpengalaman. Almarhum adalah jurnalis sejati. Selamat jalan Landy. Duka kami mengi-ringi kepergianmu,’’ ungkap Pemred Komentar, Friko Poli yang langsung bertolak ke ruang pemulasaran jenazah RS Prof Kandou begitu mendengar kabar duka tersebut. 
Di sana, hadir juga kalangan wartawan Komentar Group lainnya, di antaranya Korbid Alexander Daud, Redaktur Frani Tuju, Raymond Legi, Gra-cya Nayoan dan lainnya. Se-kretaris Redaksi Racheal Mo-ningka dan Yanti secara sigap langsung mempersiapkan segala perlengkapan jenazah. Sementara dari berbagai ka-langan ucapan duka cita di-layangkan. Sejumlah wartawan senior di antaranya Rizal La-yuck (Kompas), Fanny Wawo-rundeng (Suara Pembaruan), Suhendro Boroma (Manado Post), Hairil Paputungan (Pos-ko), Harys Van Der Slot (Pacific TV), Hendra Zoenardji (Swara Kita), Adri Mamangkey (Tribun Sulut), Dino Gobel’s (Manado Post), Nico Paath (Posko), Icad Antameng (Gatra), secara senada menyatakan kaget sekaligus mengucapkan turut berbela sungkawa yang men-dalam atas kepergian sahabat mereka, Landy Wowor. 
Ucapan yang sama juga di-sampaikan Freddy Roeroe (wartawan senior), serta ka-langan pejabat di antaranya Deputi Menteri Ir Lucky Korah MSi, Wakil Ketua Komisi XI Olly Dondokambey, Ketua PAH I DPD RI Ir Marhany Pua, Ketua DPD PDS Sulut Arthur Kotam-bunan dan lainnya. Landy sendiri pernah bertugas se-bagai wartawan Cahaya Siang, Suluh Merdeka, Gatra dan seabrek tugas jurnalistik lainnya di berbagai media sebelum akhirnya bergabung bersama Harian Komentar enam tahun silam. 
Perjalanan jurnalistik terakhir yang dijalaninya bersama Komentar, adalah meliput pameran Industri Florikultura di Amsterdam, Oktober 2007 lalu. Sepulangnya dari Belanda, Landy kembali menjalani tugas rutinnya sebagai wartawan koran ini, khususnya menanga-ni halaman Otonomi Khusus serta memberikan guidance bagi kalangan wartawan di redaksi. 
Bulan Desember, Landy sem-pat mengeluh sakit maag. Dia pun pergi ke dokter. Namun begitu minum obat dokter, Landy sempat muntah. Tapi itu tak menghalangi kekerasan hatinya untuk tetap bekerja sampai larut malam. Tiba-tiba diperoleh kabar, Landy masuk rumah sakit akibat darah tinggi dan mengalami stroke ringan. Namun belakangan dokter men-diagnosa ginjalnya bermasalah juga, sampai akhirnya sosok wartawan sejati itu berpulang akibat gagal ginjal. Selamat jalan… Landy. Kami semua kehilanganmu.(***)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin