|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
13 Februari 2008
|
|
Banjir di Bolaang dan Poigar mulai surut
Sekolah Mulai Beraktivitas, Pemkab Data Kerugian
|
Banjir bandang yang melanda dua kecamatan, Bolaang dan Poigar sejak Senin dinihari lalu akibat meluapnya Sungai Bantik dan Sungai Lubuk, mulai berangsur reda sejak Senin malam hingga Selasa siang kemarin. Sejumlah sekolah yang sempat libur sehari, pun sudah bisa men-jalankan aktivitas belajar-mengajar. Di satu sisi, Pemkab Bolmong masih sedang mendata jumlah kerugian yang dialami warga.
Memang tak ada korban jiwa, namun data awal menyebutkan telah terjadi kerusakan puluh-an hektar aral persawahan dan perkebunan, selain kerusakan ringan dan berat terhadap ru-mah-rumah penduduk. “Dinas Sosial bersama Kesbang dan beberapa instansi terkait se-dang mendata kerugian yang dialami warga. Sementara untuk bantuan awal, pemerintah su-dah menyediakan beberapa ton beras, guna disalurkan kepada korban banjir,” kata Jubir Pem-kab Bolmong, Drs Hi Yahya Fasa.
Sementara untuk mencegah penyakit yang biasanya mulai bermunculan pascabanjir, Fasa menyatakan Dinas Kese-hatan dan Badan Pengelolah RS Datoe Binangkang Bolmong telah berkoordinasi untuk me-nyediakan berbagai jensi obat untuk disalurkan kepada ma-syarakat. Termasuk berenca-na melakukan pengobatan gratis.
Tak hanya Pemkab Bolmong yang disibukkan oleh tragedi banjir di Bolaang dan Poigar, tapi Dekab Bolmong juga tak ketinggalan. Sebagaimana di-sampaikan Ketuanya, Hi Su-nardi Sumantha SIP, pihaknya telah melakukan koordinasi, terlebih khusus dengan tujuh legislator usungan Dapil Bol-mong VII, meliputi Kecamatan Poigar, Bolaang hingga Sang-kub. Dan disimpulkan untuk menggalang dana guna mem-bantu korban banjir.
Hal itu turut dibenarkan para legislator seperti Lexy Leng-kong, Yusuf Mooduto dan Syam-sudin Akub. “Kami akan segera turun ke lokasi banjir untuk menyalurkan bantuan kepada para korban,” terang ketiganya yang ditemui secara terpisah.
Khusus mengenai kegiatan belajar mengajar, informasi yang dirangkum dari Kepala Sekolah SMAN Inobonto, Drs Hamri Binol menyebutkan, memang genangan air masih terlihat di halaman sekolah, juga masih ada beberapa ba-gian halaman sekolah yang be-cek. Sehingga siswa pria masih harus menggulung celana pan-jang ketika memasuki halaman sekolah. “Namun hal itu bukan kendala lagi untuk melang-sungkan kegiatan belajar-me-ngajar. Hari ini (Selasa, red) siswa masuk seperti biasa. Syukurlah, banjir tidak mem-buat kerusakan yang berarti pada gedung sekolah, kecuali bercak lumpur yang tersisa di lantai dan sebagian dinding sekolah,” kata Binol.(tus)
|
|