|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
13 Februari 2008
|
|
Ratusan ayam milik warga mati mendadak
Tetelo yang Mirip Flu Burung Serang Tomohon
|
Belakangan ini, warga peternak ayam yang ada di sejumlah kelurahan di Kota Tomohon seperti Kelurahan Kolongan, Walian, Kamasi dan Kakaskasen dilanda keresahan. Pasalnya, ternak ayam milik warga banyak yang mati mendadak karena diserang penyakit Newcastle Desease (ND) atau Tetelo.
Sementara itu, dari laporan yang diterima jumlah keselu-ruhan ayam yang terkena pe-nyakit ND di empat kelurahan itu sekitar 100-an ekor. “Kita pe ayam so banyak yang mati kare-na kena penyakit Tetelo. Ada 38 ekor ayam yang so mati, pada-hal sebelumnya tu ayam-ayam itu kita so seminum obat mar nda mempan. Penyakit ini meng-gila komang noh,” tutur Sandy Mongkau, warga Kolongan yang mengaku resah.
Secara terpisah, Adi, warga Kamasi, Denny S, warga Walian dan Victor Taroreh, warga Ka-kaskasen, juga mengaku resah dengan menggilannya penyakit Tetelo ini. Masing-masing warga ini mengaku, jumlah ayam milik mereka yang terkena penyakit Tetelo diatas 25 ekor.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peterna-kan dan Perikanan (Distabu-nakan) Kota Tomohon, Ir Vonny Pontoh MBA ketika dikonfirmasi melalui DrH John Karundeng, Selasa kemarin, membenarkan penyakit Tetelo saat ini menye-rang ternak ayam di Kota Tomo-hon. “Laporan resmi dari masya-rakat belum ada, tapi dari pan-tauan kami di lapangan banyak ternak ayam yang terkena penya-kit Tetelo,” tukas Karundeng.
Dijelaskannya, penyakit ini disebabkan oleh virus dan bak-teri yang tidak bisa diobati. “Bia-sanya penyakit ini muncul saat perubahan musim. Penyakit ini tak bisa diobati tetapi bisa dice-gah yakni dengan jalan vaksinasi. Vaksinlah ternak ayam sebelum terkena penyakit Tetelo ini,” im-buh Karundeng seraya menam-bahkan, penyakit Tetelo ini mirip dengan flu burung. Gejala-ge-jalanya sangat mirip seperti ting-kat kesakitan tinggi, kuncinya.
Sekadar diketahui, penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100 persen) dan waktu penyebarannya yang sa-ngat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis ung-gas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pa-da manusia dengan gejala klinis konjuntivitis (radang konjuntiva mata) walaupun kasusnya sa-ngat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis.(jok)
|
|