|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
14 Februari 2008
|
|
|
Modus tawari bantuan rumah
Puluhan KK Diduga Jadi Korban Penipuan
|
Puluhan Kepala Keluarga (KK) dan warga lainnya di Bitung diduga jadi korban penipuan yang terorganisir. Pasalnya para pelaku yang disinyalir lebih dari tiga orang ini, selain sangat meyakinkan dari segi penampilan, juga telah mengatas-namakan lembaga bantuan internasional, dengan modus menawari bantuan kemanusiaan berupa rumah tipe 45.
Diperoleh informasi, sebelum mendapatkan bantuan dimak-sud, kuat dugaan para pelaku ini telah terlebih dahulu mela-kukan survei terhadap warga yang bakal jadi korbannya. Bah-kan untuk melicinkan, serta men-sukseskan penipuan tersebut, tak tanggung-tanggung para oknum ini juga melibatkan war-ga sekitar sebagai peyakin atas bantuan proyek rumah warga miskin itu.
Tak pelak, dari data yang di-peroleh untuk Kelurahan Girian Bawah sudah terdapat 20 war-ga yang berhasil ditipu, yakni dengan menyetorkan uang pen-daftaran sebesar Rp 100 ribu.
“Saya kemarin didatangi me-reka dengan naik mobil kijang Avanza. Setelah itu secara me-yakinkan menjelaskan bantuan rumah tipe 45. Tetapi terlebih dahulu memberikan uang Rp 100 ribu sebagai biaya pendaf-taran,” ungkap beberapa warga Girian Bawah, yang didampingi lurah, Sefferson Sumampouw SSTP di Kantor Polres Bitung, Rabu (13/02) kemarin.
Malah, Sumampouw menje-laskan perihal bantuan rumah itu, pihak pemerintah kelura-han tidak mengetahuinya. Dari data yang ada sudah 20 warga saya yang memberikan uang pendaftaran. Sehingga saya datang ke kantor polres selain mengkoordinasikan, juga mela-porkan jika hal ini tindakan penipuan,” kata Sumampouw, seraya memperlihatkan bukti kuitansi pendaftaran.
Camat Girian, Drs Yossi Ka-wengian yang dikonfirmasi me-nyatakan tidak mengetahui pe-rihal bantuan rumah itu. Se-hingga bagi warga lain untuk berhati-hati dengan modus yang ada. “Kalau memang be-nar, setidaknya ada tembusan bagi kami pemerintah kecama-tan. Tetapi warga musti berwas-pada,” ingatnya.
Kapolres Bitung, AKBP Drs Sungkono melalui petugas piket Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) membenarkan masuknya laporan itu dan menyatakan ke-siapan untuk menindaklanjuti jangan sampai lebih banyak lagi masyarakat yang jadi korban penipuan.(oan)
|
|