|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
15 Februari 2008
|
|
Derai Air Mata Iringi Kepergian Landy
|
‘’ANDAI Landy masih di sini, bahagia dalam hati ini. Namun Tuhan berkehendak lain. Landy pergi tak’kan kembali….’’ Itulah sebagian bait syair lagu yang dinyanyi-kan wartawan dan karyawan Komentar Group, mengiringi prosesi pelepasan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Komentar, Landy Hendri Wowor (alm) di kantor harian ini, kawasan Megamas Mana-do, Kamis (14/02) kemarin siang.
Landy yang meninggal aki-bat penyakit ginjal akut Se-lasa (12/02) lalu, dilepas de-ngan deraian air mata oleh rekan-rekan seprofesinya. ‘’Landy adalah sosok pekerja keras dan layak jadi panutan. Kami sangat kehilangan,’’ ujar CEO Komentar Group, Mahmud Al Mashur dengan nada bergetar, yang kemu-dian diikuti kata-kata per-pisahan dari Pemred Komentar Friko Poli, Pemred Metro Jemmy Saroinsoing dan Pemred Football, Kimmy Mamahit.
Momen ‘perpisahan terakhir dan selamanya’ itu, ditandai dengan pemberian tangkai bunga yang ditaburi oleh selu-ruh kru Komentar Group. Jasad kaku Landy yang dibungkus jas krem, seakan berseri dihiasi bunga dari teman-teman sejawatnya. Tak lupa juga, tiga buah koran (Komentar, Metro dan Foot-ball) disisipi di peti mati jur-nalis sejati tersebut.
‘’Kami bersyukur kepadaMu Tuhan karena telah mengha-dirkan sosok Landy Wowor di lingkungan kerja kami,’’ ung-kap Pnt Jeffry Pay, saat mem-bawakan doa. Sekitar 25 me-nit lamanya, Landy disema-yam di kantor harian ini, dan akhirnya waktu berpisah pun datang. Dengan sigap para pimpinan dan jajaran redaksi Komentar Group, mengusung peti kayu tempat Landy terba-ring menuju mobil jenazah.
Tampak dalam acara khu-suk ini, beberapa kalangan yang dekat dengan almar-hum, di antaranya Drs Djere-mia Damongilala bersama Ibu, Ir David Sompie dan Pret-ty Mamonto, Jhon Dumais serta Ir Tonny Korah. Se-dangkan wartawan di luar Ko-mentar Group yang hadir di antaranya, Pemred Posko Hai-ril Paputungan, Redpel Mana-do Post Marlon Sumarauw dan Tommy Waworundeng serta Yudi Basdap, Raymond Mudami (Tribun Sulut), Fidel Malumbot (Jurnal Sulut), Ste-ven Rondonuwu dan Danny Oroh (Koran Rakyat), Arifin Labenjang (RCTI), Alamsyah Johan (Indosiar), Hence Man-dagi dan Stenly Towoliu (TV 5 Dimensi), Budi Rarumangkay (Sulut Link) dan lainnya.
Setelah dari kantor Komentar, Landy kemudian dibawa untuk disemayamkan di Balai Wartawan PWI, sebelum di-bawa ke peristirahatan terak-hirnya di pekuburan umum Sentosa, Paniki. Sebelumnya pada pagi hari, ibadah pengu-buran telah digelar dua kali di kediaman almarhum di bi-langan Ranotana. Pukul 09.00 pagi diawali ibadah khusus Komentar Group bersama keluarga, dan siangnya Pukul 12.00 Wita, ibadah pelepasan umum. Sebelum menuju Ko-mentar, jenazah disemayam terlebih dulu di Gedung Ge-reja GMIM Bethesda.(***)
|
|