HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

16 Februari 2008

September 2008 sudah terima praja
Hasil Survei, Bandiklat Maumbi Ditetapkan sebagai Kampus IIP


Tahun 2008 ini, Maumbi be-nar-benar jadi lokasi proyek besar. Setelah rencana pem-bangunan jalan layang (fly over), kini telah diputuskan bahwa kampus Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) di Sulawesi Utara, lokasinya berada di Bandiklat Maumbi, Kabupa-ten Minut. Ini terungkap ber-dasarkan survei tim Depdagri dan IPDN, Jumat (15/02) ke-marin.
Untuk sementara kampus IIP ini berstatus pinjam pakai. Pertimbangannya, dengan menggunakan gedung Bandi-klat, maka secara langsung total anggaran yang akan di-gunakan tidak terlalu besar. “Tim telah memutuskan bah-wa gedung Bandiklat sangat memenuhi syarat untuk dija-dikan sebagai kampus IIP. Ba-ngunan yang tersedia dinilai cukup untuk menampung para praja yang pada tahap awal ini, jumlahnya telah ditetapkan sebanyak 100 orang. Karena sudah tersedia ruangan-ruangan, maka un-tuk sementara waktu, rua-ngan yang ditambahkan ha-nya meliputi ruang makan, da-pur umum dan poliklinik, se-lanjutnya hanya dilakukan renovasi sedikit,” ungkap Ka-bag Humas Pemprop Sulut, Dra Feibe Rondonuwu MSi yang ikut turun mengawal tim Depdagri melakukan survei.
Lebih lanjut, dikatakan Ron-donuwu, kendati belum dike-tahui secara pasti total angga-ran yang dibutuhkan. Tetapi alokasi anggaran rencananya akan diserap melalui APBD dan bantuan APBN. Renca-nanya, kampus IIP sudah dapat beroperasi mulai Sep-tember 2008. Menariknya, da-lam kesempatan ini juga ditegaskan Bambang Iswadji SH, yang merupakan pimpinan rombongan, bahwa IIP yang ada di seluruh Indonesia tetap ditentukan program studinya. 
Dengan demikian, IIP Sulut tidak hanya mengakomodir praja yang berasal dari Pro-pinsi Gorontalo, Maluku Uta-ra dan sekitarnya, melainkan dari seluruh Indonesia. Kan-dati dalam proses ini, penen-tuan program studi ditentukan pusat, demikian juga dengan proses seleksinya. “Setiap kampus IIP telah ditentukan program studinya. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika nantinya IIP Sulut akan kedatangan para praja dari seluruh Indonesia. Hal ini tentu saja merupakan kema-juan yang sangat membang-gakan. Bahkan bapak guber-nur mengingatkan agar hal ini secepatnya ditangkap,” ung-kapnya kembali.
Meski demikian, rekomen-dasi kampus IIP ini kata Ron-donuwu belum final. Pasalnya, untuk pengembangan kampus mendatang, Kalasey juga menjadi lokasi yang dinilai tepat untuk dibangun pada ta-hun 2009 mendatang. “Untuk lokasi kawasan yang ada di Ka-lasey yang tidak lain merupa-kan aset pemprop tersebut me-miliki luasan 200 hektar. Tetapi setelah disurvei, kampus IIP hanya membutuhkan sekitar 20 hektar. Seperti diketahui, IIP merupakan pengganti IPDN.(eda)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin