HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

16 Februari 2008

Deplu Bantah WNI Jadi Paramiliter di Malaysia 


Pemerintah RI langsung melakukan klarifikasi atas berita bahwa ribuan WNI di-rekrut Malaysia sebagai Askar Wataniah, atau pa-ramiliter dari kalangan sipil. Informasi yang diperoleh me-nunjukkan tak ada WNI yang
direkrut pemerintah Malaysia untuk menjaga perbatasan RI-Malaysia. “Demikian hasil konfirmasi kepada pejabat militer Malaysia di Kuching dan Kinabalu,” kata Jubir Deplu, Kristiarto Legowo, di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pu-sat, Jumat (15/02).
Menurut Kristiarto, yang bisa direkrut menjadi para-militer hanya warga negara Malaysia. “Saya kira Malaysia tidak akan melanggar peratu-ran yang dibuatnya sendiri,” ujar dia. Kristiarto menjelas-kan, pemerintah Indonesia masih melakukan pencarian data-data di lapangan. Kare-na masih ada dugaan ada warga negara yang memiliki kewarganegaraan dobel se-hingga bisa direkrut menjadi Laskar.
Apabila ada WNI yang me-lakukan kegiatan bela negara di negara lain, lanjut Kris-tiarto, maka akan mendapat sanksi seusai UU Kewarga-negaraan di Indonesia. “Me-reka bisa kehilangan kewar-ganegaraannya,” pungkas dia. 
TUNJANGAN
Memang cukup menggiur-kan masuk Askar Wataniah. Askar Wataniah adalah ba-dan sukarela yang berbeda da-ri badan-badan sukarela yang lain. Askar Wataniah merupa-kan angkatan cadangan Ten-tara Darat Malaysia sebagai benteng kedua di dalam mem-pertahankan negeri Jiran itu.
Askar Wataniah ini memben-tuk kekuatan pertahanan lini dua teritorial Malaysia. Ang-gotanya terdiri dari para pe-lajar dan mahasiswa, profe-sional dan kalangan sipil lain-nya yang berumur antara 18-40 tahun. Mereka juga harus ber-KTP Malaysia. Resimen ini memberikan dukungan bagi kekuatan reguler pada masa konflik. Pada saat diperlukan, mereka juga dapat dijadikan agen pengintai.
Dalam situs Tentera Darat Malaysia seperti dikutip detik.com, juga disebutkan, keikutsertaan rakyat dalam angkatan sukarela di Malay-sia ini bermula sejak tahun 1902. Namun nama Askar Wataniah baru dikukuhkan secara resmi 1958 lalu. Para Askar Wataniah ini digem-bleng dan dilatih dengan ilmu ketentaraan. Mereka juga men-dapat peluang menjalani kur-sus-kursus, di antaranya un-tuk meningkatkan kemahiran di bidang ketentaraan.
Bayaran yang ditawarkan untuk para anggota askar ini cukup menggiurkan. Di luar gaji mereka mendapat sejum-lah tunjangan. Untuk tunja-ngan kehadiran, setiap ang-gota mendapat bayaran 4-5.80 ringgit Malaysia per jam dalam setiap latihan. Jika di-kalikan dengan kurs 1 ringgit Malaysia sama dengan Rp 2.842, maka rata-rata mereka mengantongi Rp 11.000 - Rp 16.000 per jam.
Tidak hanya itu, mereka juga mendapat tunjangan keahlian antara 200-300 ringgit Malaysia untuk kurun waktu kurang 4 tahun. Ke-mudian tunjangan pakaian ‘outfit’ yang dibayar sekali saat mereka menjadi pegawai angkatan sukarela. Ditambah lagi tunjangan pakaian se-ragam sebesar 125 ringgit Malaysia yang dibayarkan setiap tahun, pakaian adat 750 ringgit Malaysia yang diberikan 5 tahun sekali. Belum lagi tunjangan untuk pakaian kehormatan sebesar 1.000 ringgit Malaysia yang dibayarkan sekali. Mereka juga mendapat tunjangan kendaraan.
Selain gaji Rp 2-3 juta/bu-lan, mereka juga mendapat tunjangan rumah. Bisa jadi fasilitas yang menggiurkan ini yang membuat ribuan WNI berbondong-bondong menjadi paramiliter Malaysia.(dtc/*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin