|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
16 Februari 2008
|
|
Pakar: 20 Tahun Riset, Vaksin
HIV Masih Sulit Ditemukan
|
VAKSIN HIV belum juga ditemukan meski penelitian terhadapnya sudah berjalan 20 tahun. Hal tersebut disam-paikan Pakar Biologi peraih Hadiah Nobel, Profesor David Baltimore. Hasil nihil ini akan semakin memperkuat argu-men bahwa vaksin HIV tidak akan pernah ditemukan.
“Ini tantangan besar, sebab untuk mengendalikan HIV dengan imunologi, komunitas ilmiah harus mengalahkan alam, menghadapi alam, de-ngan keunggulan 4 miliar ta-hun evolusi, itu belum bisa dila-kukan,” katanya seperti dilan-sir BBC. “Kekurangberhasilan ini mungkin bisa difahami, tapi tidak bisa diterima,” kata sang profesor.
Saat berbicara dalam perte-muan tahunan AAAS di Boston, Profesor Baltimore mengata-kan, HIV telah mengembang-kan cara untuk melindungi diri dari sistem kekebalan manusia. “Saya yakin HIV telah mene-mukan cara untuk benar-be-nar mengelabui sistem keke-balan,” kata dia. “Jadi, kita harus bertindak selangkah lebih jauh daripada alam.”
Upaya untuk mengendalikan virus melalui antibodi atau dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia ber-akhir tanpa hasil, tegasnya. HIV katanya lebih ‘pintar’ dan telah menemukan cara untuk benar-benar mengelabui sistem kekebalan. ‘’Ini mengecewakan kalangan ilmuwan pengem-bang vaksin, sebab mereka tidak melihat ada peluang un-tuk mencetak keberhasilan,’’ kata Profesor Baltimore.
Para ilmuwan kini beralih ke teknik-teknik baru, seperti terapi gen dan sel induk atau stem cell, kendati teknologi ini masih sangat baru.
“Pada manusia anda hanya punya satu cara, yaitu menco-ba mengubah gen dalam sel induk,” kata Prof Baltimore yang dikenal sebagai salah satu pakar terkemuka virus HIV. “Jadi, kami mencoba melaku-kan itu, mendesain vektor yang bisa membawa gen yang akan mendatangkan manfaat tera-pis,” katanya.
Seperti diketahui, Prof Balti-more mendapat Hadiah Nobel di bidang kedokteran pada tahun 1975 atas jasanya ikut menemukan reverse tran-scriptase, enzyme yang bela-kangan didapati dipergunakan HIV untuk berbiak pada sel manusia. Dia kini memimpin laboratorium Baltimore di Cal-tech, dengan dukungan dari Gates Foundation, untuk me-nemukan cara-cara mening-katkan sistem kekebalan tubuh secara genetis terhadap sumber penyakit menular, khususnya HIV.(bbc)
|
|