HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Induk

16 Februari 2008

Lintas Berita Minduk

 
12 Desa Segera Gelar Pilhut
Dari 64 desa yang diproyeksikan akan menggelar agenda Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) pada 2008, ternyata baru 12 desa saja yang sudah benar-benar siap. Hal ini dibenarkan Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setdakab Minahasa, Drs Fransiskus Maindoka MM. 
Desa tersebut masing-masing Desa Eris, Kecamatan Eris, Tonsea Lama, Kecamatan Tondano Utara, Tumaratas, Ke-camatan Langowan Barat, Teep, Kecamatan Langowan Timur, Leleko dan Paslaten, Kecamatan Remboken, Kembes I, Kecamatan Toumbulu, Kali, Kecamatan Pineleng, serta Lemo, Pinasungkulan, Lolah II dan Kumu, Kecamatan Tombariri. 
“Ya, 12 desa ini sudah siap karena masing-masing desa sudah menyatakan kesiapan mereka. Ini juga dapat dilihat dari panitia pelaksana pilhut, yang sudah terbentuk,” terang Maindoka sembari meminta 52 desa pelaksana pilhut memperhatikan pelaksanaan pilhut ini karena realisasi pilhut sangat bergantung pada kesiapan dari desa pelaksana.(dav)

Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil
Kendati ada beberapa bahan kebutuhan yang mengalami ke-naikan harga, namun secara umum harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Minahasa, tergolong stabil. Se-bab ada beberapa bahan kebu-tuhan pokok yang mengalami penurunan harga. 
Dari pantauan harian ini di pasar tradisional Kawangkoan, harga tepung mengalami kenaikan dari Rp 6.500 men-jadi Rp 7.000. Sementara harga Minyak Goreng (Migor) menga-lami sedikit penurunan harga, dari Rp 11.000 menjadi Rp 10.000.
Sedangkan untuk gula dan beras, pada umumnya tidak mengalami kenaikan atau pe-nurunan harga. Dari harga ece-ran yang dijual pedagang, har-ga beras dipatok sesuai jenis dan kualitas, dengan kisaran harga Rp 4.000 hingga Rp 4.300 per kg. Sementara, harga gula tetap stabil yakni pada posisi Rp 6.500 per kg.
Menurut Kepala Pasar Ka-wangkoan, Jemmy Watung, perkembangan harga kebu-tuhan pokok di pasar tradisio-nal tersebut selalu dikontrol. Sebab bisa saja ada spekulasi dari sejumlah pedagang untuk menaikkan harga. “Tapi saat ini harga kebutuhan pokok di sini masih normal,” ujarnya.(dav)

Harga Semen Melangit, Komisi B Siap Sidak
TONDANO-Semakin melangitnya harga semen di Minahasa akhirnya mendapat respons dari para legislator Manguni, khususnya Komisi B. Mereka berencana segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) di seluruh penjual semen yang ada di Minahasa.
“Menindaklanjuti keresahan masyarakat Minahasa akhir-akhir ini yang mengatakan bahwa semen sudah mencapai Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per sak, maka kami dari Komisi B dalam waktu dekat ini akan melakukan sidak ke seluruh penjual semen yang ada, untuk mempertanyakan akan kenaikan harga semen yang bervariasi ini,” kata Teddy Lolowang, personil Komisi B, kepada harian ini, Jumat (15/02) kemarin.
Menurut Lolowang, bukan haya saja pihak penjual saja yang akan menjadi target dari sidak ini, namun mereka juga akan pergi ke distributor di Bitung, dalam hal ini semen Tonasa, untuk mem-pertanyakan langsung soal kenaikan harga semen ini. 
“Rencananya sehabis melakukan sidak di Minahasa, kami akan langsung ke Kota Cakalang, Bitung, yaitu ke PT Tonasa,” tandas-nya.(tr-01)

Reses, Legislator Turun ke Dapil
TONDANO-Jika tak ada aral melintang, pada pekan depan, 30 legislator Minahasa akan turun ke setiap daerah pemilihannya (dapil), untuk menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini disampaikan Sekertaris Dewan Minahasa, Frangky Kolamban SH, Jumat (15/02) kemarin
“Pekan depan seluruh anggota DPRD Minahasa akan terjun ke dapilnya masing-masing dalam rangka menyerap aspirasi ma-syarakat,” tukas birokrat asal Langowan ini.
Menurut Kolamban, rencana turun lapangan para legislator ini merupakan program yang sudah diagendakan dan juga unutk me-nindaklanjuti profesional tugas dari DPRD yaitu sebagai wakil rak-yat. “Anggota dewan kan adalah wakil rakyat, jadi otomatis mereka harus menjemput setiap aspirasi dari rakyat,” tukasnya.(tr-01)

Belum Adanya Sarana WC Umum, Pemkab Dinilai Belum Seriusi WOC
TONDANO-Dalam menunjang program Pemprop Sulut yaitu World Ocean Conference (WOC), Pemkab Minahasa dinilai belum serius meresponsnya. Pasalnya, hingga sekarang ini belum ada WC umum atau resting area yang merupakan sarana penunjang dalam menyambut WOC nanti.
Hal ini disampaikan salah satu Mahasiswa Unima, Tony Mawi-kere. Menurutnya, sarana resting area atau WC umum ini sangat penting untuk dibangun di Minahasa, karena hal tersebut merupa-kan faktor penunjang utama nantinya. 
“Kita harus lihat contoh Kota Bitung, di mana mereka sudah membangun fasilitas resting area ini, dan juga fasilitas ini harus dibangun pada mulut kota agar supaya ketika memasuki Kota Tondano, para tourist ataupun warga lokal bisa memakai akan fasilitas penunjang ini,” ujarnya.
Diketahui, sebelumnya pihak Pemkab Minahasa berencana membangun akan resting area ini, namun sampai saat sekarang belum ada tanda-tanda untuk pembangunannya.(tr-01)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin