|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
16 Februari 2008
|
Kota Amurang mulai dikepung kotoran Kuda
Camat Tangkere Siap Lakukan Sweping Bendi
Suatu terobosan gemilang dikabarkan bakal dilakukan Camat Amurang yang baru, Frangky Tangkere SPt. Dimana guna meminimalisir dan menghilangkan kebiasaan buruk para pemilik hewan ternak kuda atau angkutan tradisional Bendi di pusat Kota Dodol Amurang yang terkesan sengaja membuang kotoran kuda, dalam waktu dekat akan digelar sweeping.
Sweeping ini nantinya akan melibatkan aparat Koramil, Polsek serta Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Minsel. “Sweeping ini dimaksudkan untuk menyadarkan para kusir maupun pemilik Bendi agar lebih memperhatikan faktor kesehatan khususnya keindahan Kota Dodol Amurang, yang di tahun 2009 mendatang direncanakan akan berjuang untuk mendapatkan penghargaan Adipura bersaing dengan kabupaten/kota se Indonesia,” jelas Camat Tangkere kepada sejumlah wartawan kemarin.
Terkait penataan Kota Amurang menuju Kota Sehat guna meraih target penghargaan Adipura 2009 mendatang, pihaknya terlebuh dulu akan melakukan penataan dan sosialisasi kepada para kusir dan pemilik bendi di Amurang. Disadari dengan memberi pengertian soal manfaat dari pemakaian celana kuda maupun kantong kotoran kuda di angkutan tradisional Bendi, sudah pasti akan sedikit meringankan langkah pemerintah daerah untuk bisa meraih penghargaan Adipura tersebut.(pen)
Antisipasi tindak kriminal
Polres Minsel Kembali Gelar Operasi
Untuk menekan tindak kriminalitas dan penyakit masyarakat, terhitung Kamis (14/02) kemarin pihak Polres Minsel kembali menggelar Operasi Pekat Samrat 2008. Dilaporkan, dalam operasi ini melibatkan kekuatan penuh personel Polres Minsel dipimpin langsung Kapolres AKBP John Rori, SSt Mk.
Rori saat ditemui mengatakan, operasi ini akan berlangsung selama 30 hari. Sasarannya, menertibkan dan menindak segala bentuk penyakit masyarakat yang mengakibatkan keresahan dan mengganggu situasi kamtibmas masyarakat Minsel, Mitra dan sebagian Minahasa yang ada di wilayah hukum Polres Minsel.
Sementara penyakit masyarakat yang bakal menjadi target utama masing-masing segala bentuk perjudian, senjata tajam, minuman keras, PSK dan premanisme. Selain melibatkan aparat kepolisian, Polres Minsel juga akan memberdayakan Polmas atau polisi masyarakat. Tujuannya, diharapkan segala bentuk penyakit masyarakat dapat ditekan dengan menggunakan cara persuasif dengan mengedepankan profesionalisme Polri, serta tegas dalam melakukan penindakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.(pen)
Pertahankan Juara Pordasi 2007
RML Seleksi 75 Kuda
EKSISTENSI Bupati Minsel Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) sebagai Ketua Harian Pordasi Sulut memang patut diacungi jempol. Sebab meskipun disibukan dengan pelayanan pemerintahan, namun ia tetap bertanggung jawab dengan urusan-urusan terkait dengan cabang olahraga tersebut.
Bahkan demi mempertahankan gelar juara umum Pordasi tahun 2007, ia mulai melakukan seleksi ketat terhadap 75 ekor kuda pacu binaannya. Menurutnya, seleksi kuda pacu yang dilakukan untuk persiapan kejuaraan Pordasi tingkat nasional 2008, di Jakarta dan Surabaya. “Seleksi ini kami lakukan seselektif mungkin. Sebab dari 75 ekor kuda pacu yang ada, nantinya yang dijaring hanya 25 ekor kuda sebagai kategori terbaik,” jelasnya.(ran)
|
|