|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
16 Februari 2008
|
|
Hasil sidak ke pabrikan dan pelabuhan keberangkatan
Cuaca Buruk Jadi Alasan Kelangkaan Semen
|
Upaya terus dilakukan tim ekonomi Pemprop Sulut untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan semen yang telah meresahkan masyarakat. Pantauan secara langsung melalui pabrikan masing-masing PT Tonasa, Tiga Roda dan Bosowa, termasuk di pelabuhan keberangkatan, terungkap, kondisi cuaca yang buruk telah mengganggu distribusi semen di daerah ini, dan kemudian menyebabkan kelangkaan.
Menurut Asisten II Setdaprop Sulut, Dra Marietha Kuntag MBA yang didampingi Kepala Biro Ekonomi Pemprop Sulut, Luther Liwoso SE MSi, jika cuaca berangsur membaik, maka distribusi dapat berjalan sebagaimana biasanya.
“Stok semen yang tersedia, ternyata dalam posisi cukup. Tetapi akibat cuaca yang buruk maka, tidak ada kapal-kapal yang mau mengangkut semen, karena takut semen terkena air, selain factor keselamatan pelayaran,” ungkap Kuntag kepada wartawan, Jumat (15/02).
Ia kemudian menerangkan, untuk kebutuhan saat ini sudah terkendali menyusul dilakukannya bongkar muat semen sebanyak 5 ribu ton dari Tonasa, 6 ribu ton dari Bosowa plus 2.500 ton dari Tonasa dan 2.600 ton dari Tiga Roda ke Sangihe.
Sementara itu mengingat kebutuhan semen di Sulut yang dinilai cukup tinggi, yakni sekitar 36 ribu ton per bulan, pihak pabrikan menyarankan agar pemprop memfasilitasi sejumlah distributor dalam hal penyediaan gudang-gudang.
Dengan demikian, semen dapat distok hingga tiga bulan. “Kebutuhan semen yang tinggi ini mengindikasikan bahwa Sulut sedang membangun. Itu dari sisi positifnya. Karena itu merespon kebutuhan tersebut sudah waktunya kita pikirkan untuk dilakukan penambahan gudang semen. Sehingga pembangunan tetap jalan, mengingat Sulut akan diperhadapkan pada upaya pembangunan,” paparnya.(eda)
|
|