|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Sanger dan Talaud |
16 Februari 2008
|
Lima Kapitalau Resmi Dilantik
Setelah menunggu cukup lama, lima Kapitalau yang menang dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) beberapa waktu lalu, Jumat (15/02) kemarin, langsung di-lantik PPS Bupati Sitaro, Drs Idrus Moko-dompit, yang ketika itu turut didamping Ke-tua tim penggerak PKK Kabupaten Sitaro.
Dalam acara pelantikan yang turut di saksikan Muspida dan pejabat eksekutif di jajaran Pemerintah Kabupaten Sitaro, Mokodompit mengharapkan agar Kapitalau yang terpilih, mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakatnya, serta mendukung program pemerintah daerah.
Adapun kelima Kapitalaung yang dilantik di wilayah Tagulandang Utara itu, yakni Kapitalau Kampung Bulangan, James Kakombati, Kapitalau Lumbo, Togelang Janis, Kapitalau Wo, Djerry Zainal, Kapitalau Bawoleu, Nastang K Sasako, serta Kapitalau Minanga, Anita Bawotong.(med)
Warga Tagulandang Gelar Tulude
Pesta Tulude kembali berlanjut di Bumi Sitaro. Kali ini giliran warga Tagulandang yang menggelar hajatan bernuansa adat ini, Jumat (15/02) kemarin.
Dalam upacara adat pertama di daerah yang dikenal dengan buah salaknya, Pejabat Pemangku Sementara (PPS) Bupati Sitaro, Drs Idrus Mokodompit, yang didamping Muspida dan jajar-an pejabat di Pemkab Sitaro, mengajak masyarakat Tagulandang untuk mendukung program pemerintah yang dituangkan dalam APBD 2008.
Tak hanya itu, mantan Asisten I Pemprop Sulut ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan pilkada perdana kabupaten ketiga di Nusa Utara ini.(med)
Gelombang terjang Pasar Ulu
Pedagang Mulai Enggan Menempati
Terjangan gelombang yang mendera perairan Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) beberapa hari terakhir mulai mengganggu aktivitas warga dan pedagang yang ter-sebar di Pasar Ulu, Kecamat-an Siau Timur. Malah, ada se-jumlah pedagang yang enggan menempati lokasi pasar, khawatir akan mengalami musibah.
Terpantau sepekan ini, ha-nya ada satu dua orang pe-dagang yang terlihat setia me-nunggui jualannya. Bukan itu saja, rumah warga yang ber-ada tepat di pesisir pantai, terlihat kosong melompong di tinggalkan penghuninya.
“Rumah-rumah yang ada di pantai itu milik para peda-gang, dan mereka memili ba-jual daripada memperhatikan rumahnya, yang memang sudah menjadi langganan om-bak setiap saat,” ujar sejumah pembeli.
Menyikapi terjangan gelom-bang yang terus menderah dan menghantui warga, sejumlah elemen masyarakat di Kota Ulu, berharap pemerintah da-erah melanjutkan pembangun-an talud penahan ombak, yang sudah dibangun di sekitar der-maga Pelabuhan Ulu.(med)
|
|