HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Otonomi dan Suksesi

18 Februari 2008

Leilem ke Tomohon Butuh Political Will SVR


Aspirasi warga Desa Leilem Kecamatan Sonder untuk berga-bung dengan Kota Tomohon dapat terwujud jika ada political will dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dalam hal ini Bupati Drs Stevanus Vreeke Runtu (SVR) maupun kalangan legislatif. Na-mun karena posisi SVR sendiri yang strategis juga sebagai Ketua Partai Golkar Minahasa yang men-dominasi jumlah anggota DPRD Minahasa, maka penentuan sepe-nuhnya ada di tangannya.
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulut, Djenry Altin Keintjem SH MH dalam diskusi Penggabungan Leilem ke Kota Tomohon yang digelar di Aula Sulfur Resort, kediaman Keluarga Sualang-Pangemanan, Sabtu (16/02) lalu. Dikatakannya, selain itu tentunya dibutuhkan kebulatan tekad dan kekompakan warga Leilem ser-ta peneri-maan yang baik dari Pemerintah Kota (Pem-kot) Tomo-hon.
Aspirasi warga yang tentunya harus bisa diterima baik oleh Pem-kab Minahasa maupun Pemkot Tomohon adalah keinginan warga Leilem untuk pendekatan pela-yanan seperti nafas otonomi daerah sesungguhnya. Selain itu katanya lagi, satu hal yang tidak bisa dibantah siapa pun bahwa selama ini ang-garan untuk pembangunan di Keca-matan Sonder khusus Leilem dari Pemkab Minahasa sangat minim. 
“Terlepas dari ada yang namanya Bapak Freddy Sualang di Leilem tapi sejumlah kewenangan pem-bangunan Pemkab Minahasa justru di-laksanakan Pemerintah Propinsi. Saya tidak pro atau kontra tapi ini fakta,” tegasnya.
Sementara itu tampil sebagai pembanding dalam kesempatan tersebut, EP Rumayar SH me-nyatakan dari segi adat maupun budaya keinginan warga Leilem tersebut tidak merupakan masalah serius. “Karena torang samua ini pe budaya cuma satu yakni Minaesa atau Maesa atau Minahasa dan tidak ada budaya sub etnis, itu yang harus dilihat pemerintah dalam menanggapi aspirasi warga,” tukasnya sembari mengaku bahwa pada Tahun 1974 saat Tomohon diusulkan jadi kota administratif Leilem termasuk di dalamnya.
Ayah Walikota Tomohon itu juga menyatakan penggabungan Lei-lem ke Tomohon itu lebih pada menekan high cost warga dalam berbagai urusan kepentingan terutama administrasi pemerin-tahan sehingga pendapatan bisa meningkat. 
Sementara Ketua Panitia Penggabungan Leilem ke To-mohon Jantje Mongilala SE didampingi Koordinator Tim Kerja Diskusi Alex Roring SE menyatakan aspirasi warga itu secara resmi akan disampaikan ke Dekab Minahasa. “Warga sudah menyatakan kebulatan tekad bergabung dengan Tomo-hon,” yang disambut sejum-lh tokoh Tomohon seperti Josis Ngantung, Ibrahim Tular dan Ro-by Pelealu.(gra)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin