|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
18 Februari 2008
|
Syukuran masyarakat Tinombala
Lahindo Ingatkan Pentingnya Jaga Kerukunan
Bertempat di Kampung Tinom-bala Kecamatan Aertembaga, Wakil Walikota Robert Lahindo SH MSi berkesempatan mengha-diri acara syukuran bernuansa Tulude dan peresmian sarana jalan yang dibangun pemkot se-tahun terakhir bersama dengan masyarakat Tinombala, Sabtu (16/02) pekan lalu.
Dalam sambutannya, Lahindo mengingatkan pentingnya meles-tarikan semangat kebersamaan, toleransi dan selalu bahu-mem-bahu yang selama ini lekat dalam keseharian warga di kawasan itu.
“Saya belajar banyak dari dinami-ka warga di sini, tak ada salahnya bila warga Bitung perlu belajar juga di sini. Setiap tahun tetap ada ke-giatan seperti ini yang dilaksanakan, ini saya sangat dukung. Makanya saya berusaha datang mengikuti syukuran ini,’’ paparnya.
Pada kesempatan itu, Lahindo turut memaparkan sejumlah agen-da taktis yang telah dan sementara dirancang Pemkot Bitung. Pemba-ngunan sarana jalan, drainase dan banyak program fisik lain me-rupakan sebuah ‘utang’ yang dijawab tuntas politikus dari PKPI itu. “Torang kan baru dua tahun, na-mun saban hari bersama dengan pak wali torang berusaha membe-ri yang terbaik, dan syukur atas peran serta warga Bitung boleh berkembang kearah yang lebih baik, namun jangan dulu puas ka-rena masih banyak hal yang torang harus buat bersama,’’ ujarnya.
Ketua Panitia Mat Rasubala di-dampingi Diskon Katiandagho dan Tony Yeye Pianaung menyatakan terima kasih atas hadirnya Pemkot Bitung. Acara ditutup dengan santap kasih bersama, dan uniknya aneka makanan disiapkan secara gotong-royong semua warga.(oan)
Cuaca Buruk, Sejumlah Nelayan Masih Enggan Melaut
Cuaca buruk dengan gelom-bang laut yang besar serta tiup-an angin yang kencang, rupa-nya membuat sejumlah nelayan Bitung masih enggan melaut.
Pantauan selang sepekan ini, puluhan nelayan kecil dalam cuaca yang tak bersahabat ini, masih takut menangkap ikan di laut. Tetapi ada juga bebe-rapa nelayan yang masih memberanikan diri untuk mencari ikan, walaupun di malam hari ombak cukup be-sar dengan tiupan angin yang kencang. “Kami sebenarnya takut, tetapi untuk menafkahi keluarga, maka tetap kami melaut walau tempatnya ha-nya disekitar-sekitar sini sa-ja, karena kalau jauh ke laut risikonya besar,” ucap bebera-pa nelayan Bitung yang dite-mui akhir pekan lalu.
Kepala BMG Bitung, Budi Nugroho kepada wartawan, te-tap memperingatkan nelayan dan masyarakat Bitung selalu berwaspada. “Memang dari prakiraan kami gelombang laut di sekitar laut Bitung mencapai 2 sampai 3 meter, sehingga nelayan dengan pe-rahu yang kecil untuk selalu berhati-hati terutama untuk tidak memaksakan diri ke laut jika melihat keadaan alam yang tidak ramah,” ingat Nu-groho selalu.(oan)
FKKDAC Bitung Terbentuk
Bitung- Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Cacat (FKKDAC) Kota Bitung resmi terbentuk, Jumat (15/02) lalu.
Menyusul dilantiknya para pengurus FKKDC Bitung, Ritta E Tumewu MPd (ketua), TM Dauhan SmH (sekretaris), beserta pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua FKKDAC Sulut Pdt S Tilaar STh, menyampaikan kepengurusan FKKDAC Bitung, kiranya ke de-pan anak-anak cacat tidak lagi menjadi bertambah keterbela-kang, tetapi dapat memperoleh hak yang sama dengan anak normal lainnya, terutama dalam hal mendapatkan pendidikan.
“Kiranya pengurus selalu da-pat bekerja secara baik, teruta-ma membangun kepercayaan diri bagi anak-anak cacat dalam hal mengecam pendidikan, ser-ta selalu bekerja sama dengan pemkot,” katanya.(oan)
|
|