|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Ekonomi dan Bisnis
|
18 Februari 2008
|
|
Cuaca buruk nelayan enggan melaut
Harga Ikan Laut Sekarang Melambung Tinggi
|
Cuaca buruk beberapa hari belakangan ini membuat se-jumlah nelayan takut melaut, sehingga stok ikan di sejumlah pasar tradisional terlihat ber-kurang. Fenomena tersebut membuat harga ikan ikut me-lambung dari harga sebenar-nya.
Gelombang setinggi dua me-ter lebih terjadi di perairan Sulawesi. Hal tersebut mem-buat para nelayan yang biasa-nya rutin menangkap ikan enggan turun ke laut. Akibat-nya pasokan ikan segar di se-jumlah pasar tradisional, Ju-mat (15/02) lalu sempat ter-ganggu. Sehingga tak pelak harga ikan laut, ikut naik ti-dak seperti biasanya.
Pantauan Jumat lalu be-berapa jenis ikan laut seperti deho, kakap serta goropa ter-lihat kosong di pasar Pina-sungkulan Karombasan Ma-nado. Sejumlah ikan laut pa-sokannya semakin berku-rang. Sementara beberapa je-nis ikan terpantau naik har-ganya, misalkan malalugis ukuran besar awalnya di jual Rp 2 ribu, menjadi Rp 3.500 per ekor. Begitupun jenis oci besar awalnya Rp 2 ribu, sekarang menyentuh Rp 3 ribu per ekor. Sedangkan ikan cakalang sedang dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per Kg.
Sementara untuk daerah lain juga mengalami hal yang sama. “Stok ikan lainya bila masuk, terpaksa dibagi ke daerah lain yang juga mengalami kekura-ngan ikan misalnya Minahasa,” ujar Darwis, ketua pedagang ikan di Manado.
Di sisi lain kekurangan stok berimbas juga pada pengu-saha makanan. Mba’ Karmila, seorang penjual makanan di sekitar jalan 17 Agustus mi-salnya, mengaku saat ini di-rinya kesulitan mendapatkan ikan yang murah, sehingga terpaksa harga jual makanan setiap porsi dinaikkan dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000.(wel)
|
|