|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
18 Februari 2008
|
|
Rakyat Kosovo Rayakan Kemerdekaan
|
MASYARAKAT etnik Alba-nia berpesta di Ibukota Koso-vo, Pristina sejak Sabtu (16/02) malam hingga Minggu ke-marin, untuk merayakan ke-merdekaan wilayah itu dari Serbia. Iring-iringan mobil berputar-putar dengan terom-pet berbunyi ketika ribuan orang mengalir ke kota itu dengan melambaikan bendera hitam dan merah Albania. Kembang api menerangi langit malam Minggu dalam perayaan spon-tan kurang dari 24 jam sebe-lum pemisahan dari Serbia.
Parlemen Kosovo sendiri mengumumkan kemerdekaan Minggu kemarin, hampir enam tahun sejak NATO berperang untuk menyela-matkan etnik Albania dari pembunuhan dan pember-sihan etnik oleh pasukan Serbia yang berusaha untuk menghancurkan perlawanan gerilyawan. Kemerdekaan itu akan mengakhiri babak pan-jang dalam keceraiberaian berdarah Yugoslavia.
Di utara, tentara Prancis telah mempersiapkan pagar beton dan kawat berduri un-tuk memisahkan etnik Serbia dan Albania di kota titik nyala Mitrovica. Sekitar 120.000 etnik Serbia Kosovo, yang di-dukung oleh Beograd, akan menolak pernyataan kemer-dekaan Albania, memperkuat pembagian de facto di Kosovo utara tempat separuh dari masyarakat Serbia tinggal.
“Pengaruh Beograd telah berakhir,” kata Perdana Men-teri Kosovo, Hashim Thaci. “Suksesnya kemerdekaan Ko-sovo sebagai awal baru akan diatur secara jelas dengan menghormati hak-hak minori-tas, khususnya Serbia.” De-klarasi kemerdekaan Kosovo ditentang Rusia. Namun pi-hak negara Barat memberi-kan support untuk Kosovo.
Konflik berkepanjang di Kosovo, yang antara lain di-tandai dengan pembataian etnik Albania di Kosovo oleh etnik Serbia, menjadikan ke-merdekaan sebagai pilihan utama untuk dapat segera mengakhiri konflik. Melalui kemerdekaan, etnik Albania, yang merupakan etnik mayo-ritas di Kosovo, ingin meng-akhiri penderitaan yang se-lama ini mereka rasakan dan melepaskan diri dari penja-jahan Serbia.
Dalam konteks hukum in-ternasional, pemisahan diri Kosovo menjadi menarik, mengingat klaim yang diaju-kan Serbia dan kemungkinan pengakuan internasional bagi negara baru tersebut. Menu-rut Serbia, berdasarkan seja-rahnya, Kosovo merupakan kawasan Serbia dan di sana dulunya berdiri pusat peme-rintahan Serbia. Namun ka-rena diduduki Kekaisaran Otoman selama ratusan ta-hun, maka wilayah tersebut ditinggalkan etnis Serbia yang mengungsi keluar dari wila-yah pendudukan Otoman. Pada saat itulah masuk etnis Albania yang mayoritas Mus-lim dan tinggal di sana selama beratus-ratus tahun dan menjadi penduduk mayoritas di Kosovo.
Dengan klaim tersebut, Ser-bia menentang pemisahan Ko-sovo sebagai negara merdeka dan mendorong PBB serta ber-bagai negara di dunia untuk tidak mengakui kemerde-kaan Kosovo.(bbc/sbr/mdc*)
|
|